oleh

DPRD Sumenep, Penempatan 10 Dokter Di Kepulauan Dinilai Tidak Ideal

News Satu, Sumenep, Jumat 14 April 2017- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur merupakan suatu wilayah yang memiliki 126 kepulauan dan 27 Kecamatan,  yakni 18 Kecamatan di daratan, dan 9 Kecamatan Kepulauan. Sehingga pelayanan kesehatan kurang maksimal, dan penempatan 10 dokter juga dinilai kurang ideal.

Anggota DPRD Sumenep, asal kepulauan M. Syukri mengatakan, seharusnya ada penambahan 5 atau 10 dokter lagi di wilayah kepulauan, sebab saat ini hanya 10 dokter saja yang bertugas di kepulauan.

“Saya khawatir, jika  hanya 10 dokter saja akan kurang maksimal dalam memberikan pelayanan,” kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep ini, Jumat (14/4/2017).

Ia mengatakan, akibat kekurangan dokter yang bertugas di Kepulauan membuat pelayanan kurang maksimal. Bahkan saat ini banyak pasien yang ditangani oleh perawat bukan dokter, oleh karena itu, sebaiknya Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep menambah dokter di kepulauan.

“Ini sudah sangat tidak imbang, buktinya banyak perawat yang sekaligus melayani pengobatan seperti dokter,” ujar Politisi berlambang Ka’bah ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, dr. Fathoni mengakui, jika dokter yang ada di kepulauan memang tidak ideal. Akan tetapi pihaknya akan tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan profesional dalam menangani pasien di Puskesmas di kepulauan.

“Jumlah dokter di Sumenep ada 52 orang, akan tetapi untuk wilayah kepulauan hanya 10 rang dan daratan 42 orang. Akan tetapi kami telah menekankan kepada para dokter baik yang berada di kepulauan maupun daratan untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan profesional pada pasiennya,” ujar mantan Kepala UPT Puskesmas Ambunten ini.

Ia menerangkan, setiap puskesmas rat-rata memiliki dua (2) dokter dan ada juga yang tiga (3) dokter. Sedangkan untuk wilayah kepulauan hanya tiga (3) Puskesmas yang memiliki dua (2) dokter yakni Arjasa, Masalembu, dan Gayam, dan puskesmas lainnya seperti Kangayan, Raas, Nonggunong, dan Gili Genting hanya satu (1) dokter saja.

“Saat ini, kami sedang mengajukan penambahan dokter lima (5) hingga sepuluh (10) dokter untuk wilayah kepulauan ke Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (Roni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.