oleh

Pemkab Targetkan Tahun 2017, Sumenep Harus Bebas Dari Kemiskinan

News Satu, Sumenep, Rabu 10 Mei 2017- Tingginya angka kemiskinan yang menduduki urutan ke 35 dari 38 kota/kabupaten, dan angka pengangguran yang mencapai 200 ribu lebih di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), nampaknya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah setempat.

Untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran, Pemkab Sumenep telah membuat program prioritas. Bahkan pada tahun 2017, kabupaten yang berada di ujung timur pulau garam Madura ini, menargetkan sudah terbebas dari kemiskinan dan pengangguran.

“Kami telah menekankan kepada setiap SOPD untuk membuat program prioritas untuk menekan angak kemiskinan dan pengangguran,” kata Sekda Kabupaten Sumenep, Hadi Soetarto, Rabu (10/5/2017).

Ia mengatakan, pihaknya juga merasa aneh dengan data tersebut, jika Sumenep berada diurutan ke 35 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Padahal Kabupaten Sumenep tidak termasuk pada Daerah tertinggal, namun mengapa angka kemiskinan dan penganggurannya masih tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya langsung melakukan rapat bersama SOPD untuk mengetahui indikator apa yang membuat angka kemiskinan di Sumenep masih dinilai tinggi. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga akan melakukan sinkronisasi data dengan BPS, Dinas Sosial dan Bappeda terkait dengan tingginya angka kemiskinan tersebut.

“Saya akan melakukan sinkronisasi data dengan BPS, Dinas Sosial dan Bappeda masalah tingginya angka kemiskinan tersebut,” ujar mantan Kepala Bappeda ini.

Ia menambahkan, pengentasan kemiskinan dan pengangguran merupakan program prioritas dari Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari semua kalangan dalam menuntaskan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sehingga program tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan target.

“Sesuai dengan visi misi Bupati Sumenep, setiap tahun pemerintah daerah selalu memprioritaskan program pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di Sumenep,” pungkasnya. (Roni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.