News Satu, Sumenep, Senin 27 Maret 2017- Keberadaan Pesawat Pesawat perintis yang melayani rute penerbangan Sumenep-Surabaya, nampaknya masih kurang diminati oleh masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur. Terbukti sejak tahun 2015 Pesawat Perintis beroperasi, jumlah penumpangnya hanya kisaran 40 hingga 50 persen dari kapasitas angkut 15 orang setiap melakukan penerbangan.

Melihat hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep menginstruksikan agar setiap Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungannya untuk memanfaatkan jasa penerbangan pesawat perintis di Bandara Trunojoyo pada saat melakukan perjalanan Dinas ke Surabaya.

“Seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Sumenep harus memanfaatkan penermbangan perintis di Bandara Trunojoyo, jika ada acara perjalanan Dinas ke Surabaya,” kata Sekretaris Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Hadi Sutarto, Senin (27/3/2017).

Lanjut mantan Kepala Bappeda Sumenep ini, program penerbangan pesawat perintis merupakan bagian dari persiapan pemanfaatan Bandara Trunojoyo sebagai penerbangan pesawat komersial. Sebab kedepannya pemerintaha daerah berupaya untuk menjadikan  penerbangan pesawat komersial di Bandara Trunojoyo dengan rute Sumenep-Surabaya, Sumenep-Bali, dan Sumenep-Banjar Masin.

“Jika sudah ada penerbangan komersial, maka penerbangan pesawat perintis akan dialihkan ke Kepulauan guna meningkatkan akses di wilayah tersebut,” pungkasnya.(RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.