oleh

Terkesan Tertutup, Wartawan Sumenep Boikot Kemitraan Dengan Polres

News Satu, Sumenep, Kamis 26 Juli 2018- Kemitraan antara Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) dengan para awak media terancam tidak bagus. Pasalnya, para kuli tinta di ujung timur pulau garam Madura ini telah memboikotnya, bahkan pada saat undangan Konferensi Pers di Polres Sumenep, mereka (wartawan, red) membubarkan diri.

Hal itu dilakukan, karena para wartawan dari berbagai macam media dari elektronik dan cetak diberi janji palsu. Terbukti undangan pada pukul 9.00 Wib akan dilakukan Konferensi Pers, ternyata hingga pukul 11.00 Wib tidak ada tanda-tanda untuk melakukan konferensi pers.

“Kami terpaksa harus meninggalkan konferensi pers tersebut, karena Polres Sumenep tidak bisa menjaga komitmen lagi,” tandas wartawan Net TV, Didik Setia Budi dengan nada kesal, Kamis (26/7/2018).

Selain itu, para wartawan juga mengancam akan memboikot kemitraan dengan Polres Sumenep, dan akan melaporkan sikap Polres Sumenep yang tidak kooperatif kepada para awak media ke Polda Jatim.

“Saya sudah chat langsung melalui WhatsApp (WA) ke Kabid Humas Polda Jatim, jika Polres Sumenep kurang kooperatif dan dinilai tidak komitmen dengan awak media,” tukasnya.

Kurang kooperatifnya Polres Sumenep ini, sejak adanya penemuan benda mirip bom pipa di Kecamatan Bluto. Pada saat itu, sejumlah wartawan atau jurnalis mendatangi lokasi kejadian. Akan tetapi barang bukti (BB) tersebut telah diamankan ke Polsek Bluto.

Kemudian para awak media mengejarnya ke Polsek dan berencana meminta konfirmasi terkait dengan benda yang mirip bom pipa tersebut. Namun ternyata, Polsek enggan untuk menunjukkan BB yang diamankan tersebut.

“Padahal kami, baik dari media cetak, Online dan Televisi butuh foto atau gambar dengan BB tersebut. Akan tetapi malah disuruh ke Polres Sumenep, padahal BB ada di Polsek Bluto,” ungkpanya.

Lalu para wartawan mendatangi Polres Sumenep dan menemui Kasubag Humas Polres Sumenep, Ipda Agus Suparno, sambil menunjukkan Telpon Selulernya ia bersikukuh belum menerima gambar apapun, apalagi barang bukti bom.

“Dalam pemberitaan tersebut kami merasa di pingpong, dan Polisi terkesan menutupi kasus penemuan benda yang mirip bom pipa di Kecamatan Bluto. Ada apa dengan Polres Sumenep, kok seperti ini, padahal mereka selalu bilang kita (Wartawan dan Polisi, red) adalah mitra,” pungkasnya. (Roni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.