Sumenep, Kamis, 15 Oktober 2026 | News Satu – Keberhasilan pengembangan bawang merah varietas Rubaru mengantarkan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menerima apresiasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI atas pelaksanaan proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) periode 2021–2026.
Penghargaan tersebut diterima Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. Apresiasi diberikan atas komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem pertanian dataran tinggi secara terintegrasi, dengan bawang merah varietas Rubaru sebagai salah satu komoditas unggulan.
Capaian tersebut diperkuat data produktivitas bawang merah varietas Rubaru yang mencapai 16,1 ton per hektare dalam panen Kelompok Tani Restu Baru di Desa Banasare pada 2023.
Bagi Sumenep, capaian ini menjadi modal untuk memperkuat posisi bawang merah Rubaru sebagai komoditas strategis sekaligus meningkatkan daya saing pertanian lokal. Namun, keberlanjutan program dan dampaknya terhadap pendapatan petani tetap menjadi aspek penting setelah periode pelaksanaan UPLAND berakhir.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, International Fund for Agricultural Development (IFAD), dan Islamic Development Bank (IsDB), serta jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pertanian terintegrasi di Sumenep memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi daerah lain.
“Ini adalah pengakuan bahwa model pertanian terintegrasi di Sumenep berjalan. Dari 14 kabupaten pelaksana UPLAND, Sumenep bisa memberi contoh. Ini sejalan dengan target kita memperkuat ketahanan pangan dan nilai ekonomi petani lokal,” kata Bupati Fauzi, Kamis (15/10/2026).
Bupati Fauzi juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi pencapaian pemerintah daerah, tetapi merupakan hasil yang patut diapresiasi bersama para petani.
“Penghargaan ini adalah milik petani. UPLAND telah membuktikan bawang Rubaru Sumenep bisa menjadi percontohan nasional. Komitmen kami adalah menjaga keberlanjutannya agar kesejahteraan petani benar-benar meningkat,” ujarnya.
Sumenep merupakan satu dari 14 kabupaten di Indonesia yang melaksanakan proyek UPLAND dengan dukungan pendanaan IFAD dan IsDB.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pertanian dataran tinggi melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pembangunan jaringan irigasi dan jalan usaha tani (JUT), penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelembagaan petani, hingga dukungan akses permodalan dan penanganan pascapanen.
Di Kabupaten Sumenep, pelaksanaan program berpusat di Kecamatan Rubaru dan Pasongsongan. Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari pengembangan komoditas pertanian unggulan, termasuk bawang merah varietas Rubaru.
Varietas Rubaru dinilai memiliki keunggulan dari sisi ketahanan terhadap penyakit dan potensi daya saing pasar. Meski demikian, penguatan akses pasar, efisiensi biaya produksi, serta kepastian penyerapan hasil panen tetap diperlukan agar peningkatan produktivitas dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.
Penghargaan dari Kementerian Pertanian sekaligus menandai berakhirnya periode pelaksanaan UPLAND 2021–2026 dalam waktu dekat.
Berakhirnya periode program menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan kelompok tani untuk memastikan infrastruktur pertanian yang telah dibangun tetap berfungsi, pendampingan teknis berlanjut, serta akses pembiayaan dan pasar dapat dipertahankan.
Dalam bahan keterangan yang disampaikan, sejumlah daerah, termasuk Sumbawa dan Lebak, disebut berencana melanjutkan program secara mandiri karena dampaknya terhadap pendapatan petani kecil.
Bagi Sumenep, keberlanjutan pengembangan bawang merah Rubaru menjadi penting untuk menjaga produktivitas sekaligus memperluas peluang pemasaran di luar Madura.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pelaksanaan program. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap perlu diukur melalui manfaat nyata bagi petani, termasuk peningkatan pendapatan, efisiensi produksi, dan akses pasar yang lebih luas.







