oleh

DPRD Sumenep Desak Pemkab Tuntaskan Pembangunan

News Satu, Sumenep, Selasa 23 April 2019- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) bertekad akan memajukan pembangunan dengan menggunakan APBD 1 dan 2, serta APBN. Namun, faktanya dilapangan banyak proyek yang masih mangkrak atau belum selesai.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi mengatakan, banyak sekali pekerjaan proyek yang masih belum selesai, bahkan sebelum dinikmati sudah rusak. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemerintah Daerah lebih ketat dalam melakukan pengawasan pekerjaan proyek, sehingga hasilnya benar-benar maksimal.

“Saya banyak menerima laporan dari masyarakat, jika banyak pekerjaan proyek yang mangkrak dan sudah rusak sebelum dinikmati,” ujarnya, Selasa (23/4/2019).

Lanjut Politisi PDI Perjuangan ini, banyak bangunan yang tidak difungsikan, misalnya Kluster atau gudang rumput laut di Kecamatan Batuan, Silo Beras di Kecamatan Ganding, Silo Jagung di Kecamatan Bluto dan sejumlah bangunan lainnya.

Padahal, bangunan itu sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun tidak dimanfaatkan. Sehingga, keberadaanya terkesan buang-buang anggaran. Sebenarnya, sejumlah aktifis sudah getol meminta pemanfaatan gedung tersebut.

“Saya sangat menyesalkan sejumlah bangunan melalui APBN miliaran rupiah ternyata tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumenep. Sebab, keberadaanya tidak dimanfaatkan, dan malah terkesan dibiarkan. Kami tidak tahu alasan pasti mengapa gedung itu hingga saat inidibiarkan mangkrak, atau memang sengaja,” tandasnya.

Menurut Bambang, bangunan tersebut bisa digunakan oleh pemerintah untuk mengelola rumput laut untuk produksinya, termasuk dua silo tersebut. Yang terpenting ada kemauan pemerintah untuk memanfaatkannya. Sumenep masuk kategori memiliki budi daya rumput laut melimpah, padi dan jagung juga melimpah.

“Maka cukup mudah untuk memanfaatkannya. Tinggal mau tidak menggunakan bangunan miliaran rupiah itu,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak Pemerintah Daerah untuk memikirkan pemanfaatan gedung tersebut. Bangunan itu sudah dibangun beberapa tahun lalu, apabila tidak dimanfaatkan maka bisa jadi akan rusak dan tidak bisa digunakan sama sekali.

“Lama tidak dimanfaatkan bisa rusak bangunannya.Kan eman-eman, mendingandimanfaatkan saja,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Arief Rusdi menjelaskan, pihaknya tetap berupaya untuk memanfaatkan kluster di Batuan itu. Bahkan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan sejumlah investor, namun hingga saat ini masih belum ada yang memastikan.

“Fasilitas di sana sudah banyakrusak. Jadi, Investor angkat kaki. Sebenarnya signal untuk dikelolainvestor ada, namun saat kroscekke lokasi malah mundur,” katanya dengan singkat. (Nay)

Komentar

News Feed