Indra Wahyudi; Rakyat Butuh Kerja Nyata Yang Bisa Dirasakan, Bukan Pencitraan

Indra Wahyudi; Rakyat Butuh Kerja Nyata Yang Bisa Dirasakan, Bukan Pencitraan
Indra Wahyudi; Rakyat Butuh Kerja Nyata Yang Bisa Dirasakan, Bukan Pencitraan

News Satu, Sumenep, Rabu 10 Oktober 2018– Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, biasanya banyak Calon Legislatif (Caleg) mulai mencari simpatik dan dukungan rakyat agar bisa meraup suara terbanyak. Bahkan tidak sedikit, para Caleg yang berupaya melakukan pencitraan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dan tiba-tiba merakyat, padahal jauh sebelumnya mereka tidak pernah menyapa rakyat dan pada saat menjelang Pemilu tiba-tiba sok kenal, bahkan akrab.

Hal itu sudah biasa terjadi pada saat menjelang setiap Pemilu, akan tetapi berbeda dengan Indra Wahyudi Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat ini, sudah jauh sebelumnya dikenal dekat dengan rakyat dan juga sering menyapa rakyat. Tak ayal pada saat Pemilu 2014, Indra Wahyudi terpilih sebagai anggota DPRD Sumenep, Daerah Pemilihan (Dapil) IV (empat) dari Partai Demokrat dengan perolehan suaras cukup signifikan.

Tidak hanya itu saja, ketika sudah menjadi anggota DPRD Sumenep, Indra Wahyudi semakin punya ruang gerak dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, tak ayal banyak perubahan yang telah dilakukan olehnya, seperti di bidang infrastruktur, pertanian, nelayan dan lain sebagainya yang dianggarkan dalam Pokok Pikiran (Pokir).

“Ketika saya dipercaya masyarakat untuk menjadi wakilnya dan duduk di Parlemen, maka sudah tanggung jawab untuk selalu memperjuangkan nasibnya dan mengawal setiap aspirasi atau keinginan masyarakat,” ujar Indra Wahyudi, Anggota DPRD Sumenep, Rabu (10/10/2018).

Lanjut Politisi Partai Demokrat ini, dirinya tidak ingin disebut sebagai Politisi yang hanya bisa pencitraan saja, melainkan harus dibuktikan dengan kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat, sehingga pada saat duduk di Parlemen. Oleh karenanya, Indra selalu mengkritisi setiap program Pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. Bahkan, Politisi dari partai berlambang mercy ini, selalu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat maupun Eksekutif dengan sikap kritisnya.

“Setiap program Pemerintah yang tidak Pro rakyat pasti saya kritisi, sebab itu sudah merupakan tanggungjawab saya sebagai anggota Dewan agar selalu memperjuangkan nasib rakyat,” tandas Sekjen Partai Demokrat Sumenep ini.

Bentuk kepedulian kepada rakyat tidak hanya bisa mengkritisi program Pemerintah yang tidak pro rakyat, melainkan juga harus kerja nyata yang bisa dirasakan oleh rakyat di Daerah Pemilihannya, seperti memperhatikan pembangunan infrastruktur. Hal itu dibuktikan kepada masyarakat di Dusun Banyuliang, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, yang sudah 12 tahun mendambakan jalan di Desanya beraspal, dan pasa saat Indra Wahyudi duduk di kursi Parlemen keinginan tersebut terwujud. Bahkan, anggaran pelebaran jalan Dusun Bunbarat menuju Ambunten juga menjadi prioritas dan selalu diperjuangkan oleh Indra, pada saat rapat Komisi 3 dan Rapat Banggar dengan Timgar.

“Alhamdulillah kini jalan poros utama penghubung jalan Bunbarat dengan Desa Keles yang rusak selama sekian tahun, kini sudah diperbaiki oleh Dinas Bina Marga, bahkan juga dilakukan pelebaran” tuturnya.

Meski Indra membidangi infrastruktur di Komisi 3, ia juga berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan petani dan nelayan, melalui komunikasi yang dibangun dengan Kementerian Pertanian dan DPR RI. Bahkan pada tahun 2019, Indra memastikan bakal banyak kelompok tani yang bisa mndapatkan fasilitas program peningkatan produksi pertanian, seperti bantuan alat mesin pertanian (Alsintan).

“42 unit handtraktor Insyaallah siap di kucurkan 2019, bagi masyarakat yang minat silakan usulkan melalui kelompok taninya,” tandas Indra.

Tidak lupanya kepada amanah yang diberikan rakyat Dapil IV (Empat) dan program yang dianggarkan dalam Pokok Pikiran (Pokir) selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat di Dapilnya. Indra Wahyudi kembali mendapatkan simpatik dan dukungan dari masyarakat untuk kembali maju dalam Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) di Pemilu 2019.

“Alhamdulillah banyak masyarakat, tokoh dan kyai yang masih berharap agar saya melanjutkan program pembangunan di Dapil 4,” ucap Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Masa jabatannya yang selama lima (5) tahun ini, lanjut Indra Wahyudi, ternyata tidak cukup untuk mengakomodir semua aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, dirinya mohon dan dukungannya dalam Pileg 2019 agar bisa kembali terpilih dan menuntaskan keinginan masyarakat Dapil IV yang meliputi Kecamatan RUbaru, Dasuk, Ambunten dan Pasongsongan.

“Saya minta maaf kepada masyarakat yang belum terakomodir aspirasinya, karena selama lima (5) tahun menjabat sebagai anggota Dewan program prioritas untuk rakyat terpaksa dilakukan dengan bertahap, akibat tidak cukupnya waktu dan anggaran. Semoga pada Pileg 2019 Allah SWT, kembali menakdirkan saya menjadi anggota DPRD Sumenep, pasti saya akan menuntaskan program pembangunan di Dapil IV,” harap Indra Wahyudi yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Sumenep.

Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) Pemilu 2019, Indra Wahyudi merupakan Nomor Urut satu (1) dari Partai DemokratBagi dengan Daerah Pemilihan (Dapil) IV (Empat) yang meliputi Kecamatan RUbaru, Dasuk, Ambunten dan Pasongsongan. (rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.