Jauhkan Dari Bencana, Ribuan Warga Bersama Ulama Turki Gelar Doa Bersama Di Pantai Slopeng

Jauhkan Dari Bencana, Ribuan Warga Bersama Ulama Turki Gelar Doa Bersama Di Pantai Slopeng
Jauhkan Dari Bencana, Ribuan Warga Bersama Ulama Turki Gelar Doa Bersama Di Pantai Slopeng

News Satu, Sumenep, Sabtu 10 November 2018- Ribuan warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa (Jatim) berkumpul di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk. Ribuan warga ini sengaja datang ke pantai Slopeng tidak lain untuk mengikuti istighosah dan doa bersama yang digelar Forum Silaturahmi Guru Ngaji (Fortuna) Sumenep.

Dalam pengajian tersebut, Fortuna sengaja mendatangkan ulama dari Turki yakni Sayyid Fadil yang merupakan cucu dari Syehk Abdul Qadir Jaelani, selain itu juga mendatangkan KH. Mustofa Bisri (Gus Mus,red).

Pengajian yang dimulai sejak pukul 19.00 Wib, Jumat (9/11/2018) diawali dengan pembacaan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama bagi pendiri masjid dan pendiri pondok pesantren di Sumenep. Selain itu, pengajian yang dihadiri oleh 20 ribu umat Islam di Sumenep ini, juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramah agamanya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus,red) mengatakan, Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Meskipun dua pekerjaan itu masuk dalam kategori bid’ah, namun Gus Mus menganjurkan kepada para masyarakat dalam pengajian agar maulid dan haul dilakukan setiap malam.

“Saya, meskipun banyak orang mengatakan bid’ah, saya menganjurkan setiap malam Maulidan setiap Haul. Kalau tidak bisa, tiap minggu, kalau tidak bisa bulan, jangan hanya bulan maulid, itu sangat kurang menurut saya,” katanya, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Gus Mus, orang yang seringkali membid’ahkan maulid nabi adalah orang yang kurang piknik. Mereka adalah kelompok yang hanya kenal pada bid’ah yang menyesatkan.

“Dengan merayakan maulid nabi, orang tambah dikenalkan kepada Rasulullah dan diharapkan bisa meneladani akhlak kenabian yang dicontohkan oleh Rasulullah,” tuturnya.

Sementara, Sayyid Fadil cucu dari Syehk Abdul Qodir Jaelani mengatakan, Indonesia adalah negara kedua bagi dirinya, oleh karena itu syehk Abdul Qadir Jailani sangat menekankan pentingnya ilmu dan pemberi ilmu.

“Bahkan beliau (Syehk Abdul Qodir Jaelani, red) rela menjadi budak hingga hari kiamat bagi siapapun yang sudah memberikan ilmu meskipun hanya satu huruf,” katanya.

Di akhir ceramahnya, Sayyid Fadil mendoakan agar para korban gempa di Palu, Donggala, dan warga Sapudi yang menjadi korban gempa. Sayyid Fadil juga berdoa agar masyarakat Sumenep dijauhkan dari segala musibah.

“Ya Allah saya memohon warga Indonesia, khususnya Sumenep dijauhkan dari segala musibah, dan selalu diberi keberkahan,  amin,” dalam doa Sayyid Fadil. (red)

Catatan Redaksi : Semoga Indonesia, khususnya Kabupaten Sumenep selalu dijauhkan dari segala musibah baik bencana alam maupun paceklik. Selain itu, pengajian yang digelar Forum Silaturahmi Guru Ngaji (Fortuna) di tempat wisata sangatlah bagus, agar tempat wisata itu selalu dijauhkan dari maksiat, dan ini seharusnya juga dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep setiap ada pengajian maupun peringatan hari besar Islam ditempatkan di lokasi wisata, agar tempat wisata di Sumenep menjadi wisata Syariah dan tidak dijadikan tempat maksiat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.