Karaoke Sambil Pesta Miras, Satpol PP Sumenep Amankan Sejumlah Wanita Penghibur Di JBL

Karaoke Sambil Pesta Miras, Satpol PP Sumenep Amankan Sejumlah Wanita Penghibur Di JBL
Karaoke Sambil Pesta Miras, Satpol PP Sumenep Amankan Sejumlah Wanita Penghibur Di JBL

News Satu, Sumenep, Rabu 24 Oktober 2018- Untuk memberantas penyakit masyarakat dan mesum di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI dan Polri terus melakukan razia.

Bahkan, razia yang dilakukan Tim Gabungan ini tidak hanya tempat kos dan hotel saja, sejumlah rumah makan yang menyediakan ruang Vip juga menjadi sasaran razia tersebut. Alhasil, saat melakukan razia ke JBL Resto Cafe, petugas gabungan berhasil mengamankan empat perempuan dan tiga laki-laki, Selasa (23/10/2018) malam.

Kabid Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso mengatakan, mereka diamankan saat sedang asyik pesta minuman keras (Miras) jenis bintang di salah satu ruangan karaoke JBL.

“Mereka sedang karaoke dan pesta Miras jenis bir bintang,” katanya, Rabu (24/10/2018).

Kemudian mereka langsung dibawa ke Dinas Satpol PP Sumenep untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui ketujuh orang tersebut yakni, R (18), warga Batu Putih Daya, Kecamatan Batu Putih, F (18), warga Pandian, dan Y (17) warga Pamekasan dan CH (35), warga Kepanjin.  Selain itu, AS (45) warga Kelianget Barat, S (26) warga Manding, dan SR (22) Kalianget Timur.

“Selain mengamanakn tujuh orang itu, kami juga mengamankan sisa minuman keras,” tandasnya.

Tidak hanya itu, penegak peraturan daerah juga memberikan surat teguran terhadap pengelola JBL. Sebab, sesuai izin yang dimiliki, JBL ini merupakan rumah makan dan tidak menyediakan kamar karaoke.

“Kami juga menyampaikan teguran pada pengelola JBL. Ini terkait penyediaan kamar karaoke yang tidak ada dalam perizinan,” tegasnya.

Kedepan, ia berjanji akan terus menggalakkan razia terhadap rumah makan, rumah kos dan hotel, baik secara gabungan maupun mandiri. Sebab, dicurigai tidak sedikit tempat di Kota Keris ini dijadikan tempat yang melanggar perda.

“Razia akan terus kami gelar dan apabila diketahui ada yang tidak sesuai dengan perda, akan ditindak sesuai dengan kebijakan yang ada,” pungkasnya. (Basri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.