Kembangkan Potensi Alam, Pemkab Sumenep Gelar Gemarikan

News Satu, Sumenep, Rabu 3 Juli 2019- Kabupaten Sumenep, merupakan sebuah daerah atau wilayah yang berada di ujung timur Pulau garam Madura, Jawa Timur. Kabupaten ini, memiliki 126 Pulau baik besar maupun kecil atau berpenghuni maupun tidak.

Selain kaya dengan pulau-pulaunya ini, Sumenep juga memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Baik dari sumber minyak dan gasnya, maupun kekayaan laut yang ada di Kabupaten Sumenep.

Dengan banyaknya pulau ini, penghasilan ikan di Kabupaten Sumenep, pasti melimpah, pada tahun 2017 sebesar 580 ribu 235 ton dan tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 709 ribu 603 ton, sehingga dari hasil produksi yang meningkat itu, diharapkan masyarakat memaksimalkan berbagai kreatifitas dengan membuka usaha olahan ikan laut yang enak dan sederhana.

“Saya berharap potensi perikanan dimaksimalkan dengan lebih kreatif agar memberikan dampak ekonomi melalui produk-produk ikan, sekaligus menjadi identitas bagi Kabupaten Sumenep dan menjadi idola di pasaran,” tegas Bupati pada Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tahun 2019 di Taman Potre Koneng, Rabu (3/7/2019) malam.

Lanjut Bupati Sumenep dua periode ini, konsumsi makan ikan semakin menggembirakan setiap tahun, sesuai data pada tahun 2015 konsumsi ikan masih 52,41 kilogram perkapita, namun pada tahun 2018 meningkat menjadi 55,49 kilogram perkapita.

“Tentu saja dengan tingginya konsumsi ikan di Kota Keris ini, menjadi peluang untuk membuka usaha kuliner olahan ikan laut. Bagaimana masyarakat dan pengusaha rumah makan memanfaatkan ikan sebagai pengembangan usaha,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Politisi PKB Sumenep ini berharap, masyarakat terus meningkatkan konsumsi ikan laut sebagai menu sehari-hari, sebab ikan adalah sumber protein yang merupakan zat pembangun untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi penerus.

“Kabupaten Sumenep kaya sumber protein ikan jadi tidak seharusnya anak-anak itu kekurangan sumber protein untuk kesehatan dan kecerdasannya,” ujara.

Sementara Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro mengatakan, masyarakat Sumenep dalam mengonsumsi ikan sebesar 55,49 kilogram tertinggi di Jawa Timur yang hanya 36,53 kilogram perkapita pertahun, bahkan melampaui konsumsi ikan nasional.

“Namun upaya peningkatan konsumsi ikan terus dilakukan melalui berbagai pihak, diantaranya kader PKK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), guna mendukung kecerdasan anak sekaligus pencegahan penderita stunting,” pungkas istri Bupati Sumenep ini. (Nay)

Komentar