KPG Gelar Launching, Bedah Buku dan Sarasehan Pemuda

News Satu, Sumenep, Senin 25 April 2022- Komunitas Pemuda Giliyang (KPG) gelar acara Launching, Bedah Buku dan Sarasehan Pemuda, Senin (25/4/2022). Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Bancamara, Giliyang, Sumenep, Moh. Alwi, S. Pd.I.

Dalam acara tersebut, buku yang di-launching dan dibedah ini berjudul “Sirih Keramat” yang merupakan hasil lomba puisi Se-Pulau Giliyang pada tahun 2021 kemarin.
Moh. Uliyanto, S.H., selaku Ketua Komunitas Pemuda Giliyang sangat mengapresiasi terhadap semangat dan dedikasi panitia yang telah menyumbangkan ide dan materinya untuk menyukseskan kegiatan dimulai dari pelaksanaan lomba, proses pencetakan dan launching.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman panitia yang telah membantu suksesnya kegiatan ini,” ucapnya, Senin (25/4/2022).
Lebih lanjut, Uliyanto mengapresiasi karya-karya penulis yang ada dalam buku antologi puisi tersebut. Menurutnya, puisi-puisi itu sangat bagus untuk kategori karya pemuda di Giliyang.

“Sebenarnya, tradisi bersyair sudah diteladankan oleh sesepuh Giliyang yaitu Andang Taruna yang salah satu syairnya adalah Anderenat yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT,” lanjutnya.
Dalam akhir sambutannya, ketua Komunitas Pemuda Giliyang ini berharap kegiatan lomba ini bisa dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Untuk tahun ini yang akan dilombakan adalah lomba esai.

Selain itu, Ratna Wulandari, selaku pembedah dalam kegiatan ini menyampaikan dalam penyajiannya bahwa karya-karya dalam antologi Sirih Keramat ini menunjukkan bahwa para pemuda di Pulau Giliyang memiliki potensi yang besar dalam hal puisi.

“Metodologi yang digunakan dalam penulisan dalam buku ini semuanya menggunakan cerita. Teman-teman menceritakan keindahan-keindahan yang ada di pulau ini,” jelas mahasiswi Instika asal Gapura ini.

Ditempat yang sama, Muhammad Ali Tsabit, yang juga sebagai pembedah dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pemetakan isi antologi ini menjadi dua kelompok yakni kelompok remaja dan dewasa sudah sesuai dengan isi dari masing-masing kelompok ini.

“Puisi dalam kategori remaja selalu menampakan eksotisme sebagaimana para remaja, sedangkan kategori dewasa sudah ada perkembangan di dalamnya. Tidak hanya perihal eksotisme,” terangnya.(Hodri)