News Satu, Sumenep, Minggu 1 Mei 2022- Para pelestari Pusaka di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar lelang pusaka seperti Keris dan tombak, pada Minggu (1/5/2021) di Jl. Cokro Aminoto, Kelurahan Kepanjin, Sumenep.à

Lelang Pusaka ini, tidak kalah dengan pelelangan yang biasa terjadi. Harga yang dibuka mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta.

Dalam lelang pusaka ini, dilakukan secara bergilir. Setiap orang yang hadir terus menaikkan harga penawaran dan kemudian bagi penawar tertinggi akan mendapatkan pusaka tersebut.

Bahkan, harga pusaka yang ditawarkan juga ada seharga Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Namun, banyak benda pusaka yang terjual masih dibawah harga Rp 5 jutaan.

“Ini merupakan salah satu cara untuk terus melestarikan benda-benda pusaka peninggalan keraton Sumenep,” kata Mad Ruji, Bandar Lelang, Minggu (1/5/2022).

Lanjut Mad Ruji, selain upaya melestarikan peninggalan benda pusaka kerajaan, paguyuban pelestari keris di Sumenep ini, juga untuk menjalin silaturahmi.

“Sumenep itu dinobatkab sebagai Kota Keris oleh UNESCO, jadi sudah menjadi kewajiban kita sebagai pelestari benda pusaka untuk tetap melestarikan dan menjaganya,” ujarnya.

Sementara, menurut Tatak Imam Trunojoyo Bripbadi Baik, salah satu kolektor benda pusaka, dengan berkumpulnya para pelestari benda pusaka peninggalan keraton ini, menunjukkan jika masih ada pelestari benda pusaka dan mau menjaga pusaka peninggalan para raja Sumenep.

“Saya sangat bangga dengan para pelestari benda pusaka yang terus menjaga dan menpererat tali silaturahmi,” ucapnya.

Dalam pelelangan ini, tombak milik Imam terjual Rp 1.600.000,-. Padahal, dirinya menebus tombak tersebut Rp. 2 juta.

“Bukan untung rugi dalan pelelangan, tapi yang terpenting, benda pusaka peninggalan Sumenep ada yang merawatnya, dan juga mempererat tali silaturahmi,” pungkasnya.

Bagi para pecinta dan pelestari benda pusaka bisa juga ikut di lelang benda pusaka yang terletak di Jl. Cokro Aminoto, Kelurahan Kepanjin, Sumenep. (red)

Komentar