oleh

Nenek Sebatang Kara Tak Dapat Bantuan, Dinsos Sumenep Minta Pemdes Bertanggungjawab

News Satu, Sumenep, Selasa 29 Desember 2020- Sungguh sangat memilukan cerita, Satami, perempuan lansia berumur sekitar 80 tahun, asal Dusun Moralas, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terpaksa harus menjalani aktivitas sehariannya seorang diri.

Bagaimana tidak menyayat hati, Satami atau bisa dipanggil Mbah Tami, selain hidup sebatang kara, ia pun dengan pasrah menepati di sebuah gubuk yang terbuat dari kayu, berdinding bilik bambu, berukuran sekitar 5×4 meter yang memang semestinya sudah tidak layak dihuni.

Bahkan untuk bertahan hidup, Mbah tami dengan tertatih – tatih harus melangkahkan kakinya menempuh jarak puluhan Kilometer demi mengumpulkan bahan bekas untuk dijual. Kata Mbah Tami, setiap harinya berpenghasilan kurang lebih Rp.10 ribu dari hasil jual barang tersebut.

Kendati begitu, mbah Tami mengaku kerap sekali dibantu tetangganya disaat merasakan kesulitan. Namun sayang hingga saat ini, pihaknya mengatakan belum ada bentuk perhatian dari pemerintah setempat sehingga bisa membuat hidup sejahtera diusia senjanya ini.

Menurut keterangan warga sekitar, Mbah Tami memang hidup seorang diri dan tidak pernah bersuami. Penyebab tidak pernah menerima bantuan dari Pemerintah dikarenakan belum mempunyai identitas diri.

“Gak punya KTP, KK dan Akte mas,” ucap Pria bernama Moh. Hasan.

Terkait dengan itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan, seharusnya Pemerintah desa (Pemdes) setempat membantu dalam proses pembuatan identitas si nenek tersebut. Sehingga nanti bisa diajukan untuk mendapatkan batuan sosial.

“Karena semua bantuan sosial berbasis data, data yang digunakan adalah KTP dan KK. Kalau misalkan tidak punya kartu identitas maka kami tidak bisa mengusulkan,” katanya, Selasa (29/12/2020).

Di samping itu, pihaknya secara kemanusiaan, sementara akan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan bebannya saat ini. “Nggih mas, insyaallah akan kami berikan paket sembako dan sedikit uang tunai untuk meringankan beban,” pungkasnya. (Hanif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.