oleh

Puluhan Calon Pengusaha Jamur Di Sumenep Ikuti Pelatihan Di ETDC

News Satu, Sumenep, Kamis 27 Agustus 2020- Puluhan calon pengusaha jamur Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengikuti pelatihan di Enterpreneur Training and Development Center (ETDC), Kamis (27/8/2020).

Mereka diberi pelatihan dalam tata cara memproduksi jamur tiram. Dalam hal ini, ada dua komponen bisnis utama, yakni pembuatan atau budidaya baglog dan mengolah jamur tiram. Baglog adalah media tumbuh jamur tiram. Adapun budidaya jamur tiram adalah menanam jamur hingga usia panen dan sampai menjadi produk olahan.

“Kali ini, kami memberikan dua skil, yakni menguasai pembuatan baglog dan olahan dari jamur tiram,” kata Rizal, pembimbing Pengolahan Jamur Tiram.

Dalam hal ini, lanjut Rizal, para peserta diberikan pengetahuan dalam membuat baglog. Secara umum, membuat baglog untuk jamur tiram tidak ada bedanya dengan membuat baglog untuk jamur jenis lain. Namun dalam budidaya baglog untuk jamur tiram, ada sedikit variasi dalam komposisi dan proporsi

“Kita harus memastikan status terakhir budidaya. Dengan begitu, setelah sterilisasi selesai, proses inokulasi mesti segera dilakukan. Inilah tahap yang dilakukan oleh pembudidaya,” ujarnya.

Sterilisasi dilakukan dengan cara mengukus baglog hingga suhu sekitar 90 derajat selama sekitar 6 jam. Alat pengukus bisa menggunakan drum. Setelah itu, keluarkan dari alat pengukus saat suhu sudah aman.

“Setelah selesai membuat baglog, baru kita memberikan tata cara pengolahan jamur tiram,” tandasnya.

Untuk pengolahan jamur itu sendiri, para peserta akan diberi materi khusus dalam mengolah produk yang berbahan jamur.

“Olahannya atau produk yang berbahan jamur itu, isa berupa nugget jamur, jamur crispy dan pizza jamur,” ungkapnya.

Namun demikian, ETDC tidak hanya memberikan pelatihan saja kepada para peserta atau calon pengusaha jamur ini. Melainkan, juga akan membantu dalam memasarkan hasil olahan atau produk yang dihasilkan oleh para peserta.

“Kita juga membantu mempromosikan hasil olahan mereka,” pungkasnya. (Lim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.