AGROBISNISEKONOMIHEADLINENEWSNEWS SATUPEMERINTAHANPEMKAB SUMENEPREGIONALSUMENEP

Termiskin Di Jatim, BEM Sumenep Demo Kantor Bupati Dan Minta Transparansi Bansos

1399
×

Termiskin Di Jatim, BEM Sumenep Demo Kantor Bupati Dan Minta Transparansi Bansos

Sebarkan artikel ini
Termiskin Di Jatim, BEM Sumenep Demo Kantor Bupati Dan Minta Transparansi Bansos
Termiskin Di Jatim, BEM Sumenep Demo Kantor Bupati Dan Minta Transparansi Bansos

News Satu, Sumenep,  Senin 27 Mei 2024- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar unjuk rasa di kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Senin (27/5/2024), menyoroti isu kemiskinan yang masih melanda sebagian masyarakat setempat.

Dalam aksi yang diberi nama “Aksi Jilid II”, mahasiswa menuntut transparansi dalam penyaluran bantuan sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Koordinator BEM Sumenep, Moh Sauqi menyampaikan, berdasarkan temuan BEM Sumenep menunjukkan adanya sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan.

Mayoritas dari mereka adalah lanjut usia yang tinggal di tempat seadanya dan tidak memiliki penghasilan tetap.

“Sangat memprihatinkan melihat kondisi masyarakat kami yang hidup dalam kemiskinan yang sangat menyedihkan. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka makan besok dan sudah sangat sulit untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Dalam unjuk rasa tersebut, BEM Sumenep juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran bantuan sosial. Mereka menegaskan bahwa bantuan sosial harus disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada oknum yang tidak berhak menerimanya.

“Kami mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerima bantuan sosial untuk memastikan bahwa bansos tersebut tepat sasaran. Begitu juga dengan proses pendataan PKH dan TKSK, yang harus dilakukan dengan transparan,” pungkasnya.

Hingga berakhirnya unjuk rasa, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, maupun perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak ada yang menemui pengunjuk rasa.

Meskipun demikian, BEM Sumenep berjanji akan terus mengawal isu kemiskinan di Sumenep dan siap untuk menggelar aksi lanjutan guna mendorong perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.

Data menunjukkan bahwa Kabupaten Sumenep bersama dua kabupaten lainnya di Madura, yaitu Sampang dan Bangkalan, menduduki posisi tertinggi dalam jumlah penduduk miskin di Jawa Timur.

Kabupaten Sampang di peringkat pertama dengan 221.710 penduduk miskin (21,76%), diikuti oleh Kabupaten Bangkalan dengan 196.660 penduduk miskin (19,35%), dan Kabupaten Sumenep dengan 206.100 penduduk miskin (18,70%). (Robet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.