Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Sumenep Tidak Hanya Andalkan APBD

News Satu, Sumenep, Selasa 7 Februari 2023- Inilah berbagai cara yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan di daerahnya.

Selain menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dinas Pendidikan Sumenep juga menggandeng pihak ketiga termasuk Lembaga usah atau perbankan untuk memberikan dukungan dana melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus berupa mencari terobosan kerja sama dengan pihak ketiga, untuk mendukung peningkatan dunia pendidikan terutama pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

“Kami ingin bersama-sama mempunyai kepedulian terhadap kemajuan pendidikan, sehingga salah satunya meminta dukungan semua elemen baik dunia usaha dan masyarakat di daerah, bergotong-royong membantu ketersediaan sarana dan prasana yang memadai,” kata Agus Dwi Saputro, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Selasa (7/2/2023)

Baca Juga :  Warga Bondowoso Tolak Bangunan Wisata Kuliner Kironggo

Lanjut Agus, salah satunya dengan BRI Peduli untuk menyalurkan dana CSR atau program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ke SDN Dungkek I Kecamatan Dungkek berupa revitalisasi tiga gedung ruang kelas dan satu UKS.

“Kami memang meminta dana CSR ataupun TJSL BRI Peduli, sebagian untuk sarana prasarana sekolah yang membutuhkan perbaikan akibat kondisi sekolah rusak, jadi penentuan sekolah mendapatkan dana itu mengedepankan kebutuhan bukan keinginan,” tandasnya.

Sementara, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, kegiatan ini menandakan bahwa setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Sumenep satu visi dengan pemerintah daerah.

“Yang pasti BRI Peduli implementasinya luar biasa dan ini visinya sama dengan Pemerintah Kabupten Sumenep. Ini bersama-sama berfikir untuk Sumenep kedepan, saat ini BRI hadir untuk pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Lantik Wakil Bupati Pamekasan

Bupati menyatakan, dalam membangun daerah termasuk pada sektor pendidikan pihaknya menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis pentahelix. Artinya semua pihak bisa terlibat untuk kemajuan Sumenep.

“Kita lakukan tata kelola pemerintahan berbasis pentahelix. Apapun yang kita lakukan tidak selalu anggarannya melalui APBD, bisa dari pihak ketiga seperti CSR yang hari ini diberikan kepada kami. Jadi siapapun yang berinvestasi dan membuka usaha di Sumenep itu satu visi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (R2)

Komentar