Polda Jatim Tahan Tersangka Kasus Robot Trading Auto Trade Gold

News Satu, Surabaya, Jumat 10 Maret 2023- Polda Jawa Timur (Jatim) menahan tersangka kasus robot trading Auto Trade Gold (ATG) yang melibatkan Wahyu Kenzo. Selain itu, Polisi juga akan melakukan gelar perkara penahanan sebagai tindak lanjut dari kasus tersebut.

“Rencana tindak lanjut melakukan pemeriksaan tersangka Dinar Wahyu Saptian Dyfrig alias Wahyu Kenzo, melaksanakan gelar perkara terkait penahan tersangka,” ujar Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Toni Harmanto, Jumat (10/3/2023).

Kapolda Jatim mengatakan, terkait perkembangan kasus dugaan pencucian via robot trading ini, pada awal Februari 2023, Wahyu Kenzo sebagai CEO Auto Trade Gold sempat dipanggil. Namun ia tidak datang. Polisi pun melanjutkan proses perkara dengan memeriksa saksi pihak pos dan bank.

Baca Juga :  Alasan Ekonomi, Seorang Suami Di Surabaya Tega Jual Istrinya

“Tanggal 5 Maret 2023, berdasarkan gelar perkara status Wahyu ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka,” ujar Kapolda Jatim.

Wahyu Kenzo bakal dijerat dengan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kemudian tersangka juga akan dijerat dengan Pasal 65 ayat 2 Jo Pasal 115 dan/atau Pasal 24 ayat 1 Jo Pasal 106 Undang undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 28 Ayat 1 Jo Pasal 45A Undang undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang undang nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP.

Kasus ini terungkap ketika 141 orang yang menjadi korban, melaporkan robot trading Auto Trade Gold (ATG) ke Bareskrim Polri pada Juni 2022. Total kerugian yang dialami para korban ini mencapai Rp15 miliar. (Yud)

Baca Juga :  Danyon Raider 500 Sikatan Jenguk Anggotanya Yang Sakit

Komentar