HEADLINENASIONALNEWSNEWS SATUPEMERINTAHANSURABAYA

Senator Terpilih Jatim, Ning Lia Singgung Kinerja Super Gercep BPBD Jatim

1253
×

Senator Terpilih Jatim, Ning Lia Singgung Kinerja Super Gercep BPBD Jatim

Sebarkan artikel ini
Senator Terpilih Jatim, Ning Lia Singgung Kinerja Super Gercep BPBD Jatim
Senator Terpilih Jatim, Ning Lia Singgung Kinerja Super Gercep BPBD Jatim

News Satu, Surabaya, Jumaty 5 Juli 2024- Bukan isapan jempol belaka, itulah komitmen yang dibangun oleh anggota DPD RI Terpilih asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, yang mana saat masa kampanye, menyampaikan komitmen katalisator atau penguat program Pemprov Jatim.

“Dalam bermasyarakat dan berpolitik, kita harus menghormati dan mengapresiasi kebaikan ulil ‘amri atau pemerintah. Karena kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah dan tentunya tetap seimbang dengan melakukan fungsi controlling, maka kemaslahatan masyarakat pun tercapai,” katanya, Jumat (5/7/2024) di Surabaya.

Dan kini, ning Lia, sapaan akrab Keponakan Khofifah Indar Parawansa tersebut, terus menunjukkan komitmen nyata-nya begitu ia ditetapkan sebagai anggota DPD RI Terpilih Jatim atau senator terpilih. Seperti yang baru-baru ini ia sampaikan tentang BPBD Jatim yang dikepalai Gatot Soebroto SE, M.PSDM.

“Kita harus akui, BPBD Jatim super gercep atau gerak cepet. Contohnya, beberapa waktu lalu meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB), dan kemarin menggalakkan program rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) berupa perbaikan jembatan dan talud sungai yang rusak tergerus banjir akibat bencana hidrometeorologi Ponorogo,” tandasnya.

Bukan semata kecap nomer satu, ning Lia mengapresiasi BPBD Jatim karena turut menjadi saksi intensitas kinerja BPBD Jatim, salah satunya dengan menjadi narasumber di tengah acara peluncuran ULD-PB.

“Melalui ULD-PB, BPBD Jatim secara nyata menguatkan peran penting preventif dan kuratif terhadap bencana. Preventif diantaranya menggandeng multi pihak untuk membentuk mental tanggap bencana. Sedangkan kuratif diantaranya proses trauma healing,” ujar Ning Lia yang dikenal sebagai Sirkandinya NU Jatim ini.

Lanjut wanita berparas cantik ini, dengan melibatkan disabilitas, BPBD Jatim menunjukkan bahwa kawan disabilitas ini berhasil memberikan bukti kuatnya resiliensi atau ketangguhan di tengah hambatan aksesibilitas mereka selama ini.

“Tangguhnya mereka ini patut dicontoh kita semua karena yang tidak difabel, memiliki potensi untuk menjadi difabel akibat bencana,” ucapnya.

“Ini yang dinamakan no one left behind, bahwa untuk mengatasi sebuah masalah sosial, termasuk kebencanaan, jangan melupakan atau meninggalkan kekuatan yang sebenarnya sangat dibutuhkan, salah satunya kekuatan ketangguhan para kawan disabilitas,” terangnya.

Sementara, Gatot Soebroto, pada peluncuran ULD-PB 25/6/24 yang diselenggarakan bersama Siap Siaga sebagai bentuk Program Patnership Australia, menyampaikan tujuan penting ULD-PB.

“Keberadaan ULD-PB ini sebagai wadah bagi para penyandang disabilitas di Provinsi Jatim supaya lebih aktif berperan dalam PB. ULD PB akan membantu menjalankan fungsi terkait layanan inklusi disabilitas dalam PB di Jawa Timur,” katanya.

Ia pun mengkaitkan ULD-PB dengan Data E-Disabilitas Provinsi Jawa Timur per Mei 2024 yang menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitas yang tersebar di kabupaten/kota di Jawa Timur adalah 16.798 orang. Ragam disabilitas yang dimiliki antara lain fisik (daksa, eks kusta), mental (eks mental, autis), sensorik (rungu, wicara, low vision, total blind), intelektual (lambat belajar, grahita, down syndrome), dan disabilitas ganda.

“Kita tahu potensi bencana di Jawa Timur itu ada 14 ancaman. Yang terdampak itu bukan hahya kita masyarakat normal tetapi juga dengan teman-teman difabel. Untuk mengantisipasi dampak tersebut maka teman teman difabel harus difasilitasi dengan berupa layanan kepelatihan, lalu perbaikan fasilitas dan sebagainya. Inilah tugas dari ULD ke depannya,” lanjutnya.

Tak lupa, Gatot juga menambahkan nantinya penyandang disabilitas akan diberi pelatihan penanganan bencana dan pencegahannya.

“Dari itu semua kami butuh narsum. Karena masyarakat umum berkomunikasi dengan teman-teman difabel pasti berbeda bahasa verbal atau komunikasi lain. sehingga saya minta tolong ke teman-teman siap siaga nantinya ULD ini terbentuk, minta support  bagaimana cara mengajarkan, pencegahan, kesiap siagaan, dan menangani wilayah,” pungkasnya.

Pantas saja, bukan? Komitmen BPBD Jatim yang gercep menangani bencana bahkan peduli kepada disabilitas, diacungi jempol publik, salah satunya senator peran CANTIK Lia Istifhama itu. (Kiki/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.