Surabaya, Minggu 8 Maret 2026 | News Satu- DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mempercepat langkah pembinaan sepak bola usia muda dengan menjaring sekitar 1.000 pemain muda melalui seleksi terbuka Banteng Jatim FC U-17. Program ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026 sekaligus upaya memperkuat regenerasi pemain sepak bola di Jawa Timur.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, yang turut memantau langsung jalannya proses seleksi, menegaskan bahwa pembinaan atlet muda merupakan investasi penting bagi masa depan sepak bola nasional. Menurutnya, sepak bola bukan hanya sekadar olahraga populer, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
“Sepak bola adalah olahraga rakyat yang memiliki kekuatan besar dalam mempersatukan masyarakat. Melalui Soekarno Cup, kami ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus menanamkan nilai sportivitas,” kata Said Abdullah, Minggu (8/3/2026).
Politikus yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menilai tingginya minat peserta seleksi menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menjadi salah satu lumbung talenta sepak bola nasional.
“Antusiasme pemain muda yang ikut seleksi ini membuktikan bahwa Jawa Timur tidak pernah kekurangan pemain berbakat. Banyak daerah di Jatim yang menjadi sumber lahirnya talenta sepak bola yang harus terus dibina,” ujarnya.
Proses seleksi pemain Banteng Jatim FC U-17 digelar secara bertahap di lima regional di Jawa Timur guna menjaring talenta dari berbagai kabupaten dan kota. Salah satu tahapan seleksi berlangsung di Blitar pada Sabtu (7/3/2026) dengan partisipasi sekitar 300 pemain muda dari wilayah Blitar Raya, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Kediri, hingga Ponorogo.
Dalam seleksi tersebut, para pemain menjalani serangkaian tes kemampuan teknik melalui simulasi pertandingan yang dipantau langsung oleh tim pelatih serta analis data Banteng Jatim FC. Manajer Banteng Jatim FC Daniel Rohi menjelaskan bahwa tahapan seleksi dimulai di Banyuwangi pada 28 Februari 2026, kemudian berlanjut di Blitar pada 7 Maret.
Proses penjaringan talenta akan dilanjutkan di Malang pada 8 Maret, Bangkalan pada 14 Maret, dan ditutup di Surabaya pada 28 Maret 2026.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta. Dari seleksi ini kami berharap menemukan komposisi pemain terbaik yang siap membawa Banteng Jatim FC mempertahankan tradisi prestasi sebagai juara bertahan Soekarno Cup,” kata Daniel.
Daniel menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknik individu, tetapi juga memperhatikan kedisiplinan, karakter, serta kemampuan bermain kolektif dalam tim. Menurutnya, kekompakan tim menjadi faktor penting dalam menghadapi kompetisi seperti Soekarno Cup.
“Kami mencari pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan individu yang baik, tetapi juga mampu bermain sebagai satu tim yang solid,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Manajer Banteng Jatim FC U-17 Eri Irawan menjelaskan bahwa sistem pembinaan tim nantinya akan menggunakan pendekatan sport science agar perkembangan pemain dapat dipantau secara lebih akurat.
Para pemain akan menjalani analisis teknik dan taktik berbasis data, termasuk pengukuran kondisi fisik seperti daya tahan, kecepatan, serta kekuatan otot. Program latihan juga disusun secara bertahap, mulai dari pembentukan fisik, penguatan taktik permainan, hingga persiapan menghadapi pertandingan. Selain itu, aspek nutrisi, pemulihan pemain, dan pencegahan cedera menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan.
Melalui proses seleksi dan pembinaan tersebut, Banteng Jatim FC diharapkan mampu melahirkan generasi baru pemain sepak bola berbakat sekaligus mempertahankan prestasi sebagai juara bertahan Soekarno Cup 2026. (Kiki)












