Probolinggo, Minggu 8 Maret 2026 | News Satu- Seluruh anggota DPRD Kabupaten Probolinggo turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para wakil rakyat untuk mendengar langsung berbagai persoalan warga sekaligus menginventarisasi kebutuhan pembangunan di tingkat desa hingga kecamatan.
Salah satu yang aktif turun ke lapangan adalah Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Joko Wahyudi. Legislator dari Dapil V yang meliputi Kecamatan Sukapura, Kuripan, Bantaran, Wonomerto, dan Sumber tersebut menggelar rangkaian reses di enam titik berbeda guna menampung aspirasi masyarakat secara langsung.
Joko menyampaikan bahwa agenda reses kali ini merupakan rangkaian terakhir dari kunjungannya di dapil selama masa persidangan II tahun 2026.
“Ini merupakan reses terakhir di dapil. Setelah semua kegiatan selesai, seluruh aspirasi masyarakat akan kami rangkum untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan DPRD,” kata Joko Wahyudi, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap usulan yang disampaikan masyarakat akan direkap bersama tim sebelum diserahkan secara resmi kepada lembaga legislatif untuk dibahas lebih lanjut dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Menariknya, Joko juga mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan kegiatan reses, para anggota dewan terlebih dahulu menggunakan biaya pribadi sebelum nantinya diganti setelah laporan administrasi dan kelengkapan kegiatan diserahkan kepada sekretariat DPRD.
“Setelah reses selesai, kami akan melakukan rekap bersama tim. Untuk pelaksanaannya, sementara ini menggunakan biaya pribadi terlebih dahulu. Setelah laporan lengkap disampaikan, baru proses penggantian dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD diwajibkan menyampaikan laporan hasil kegiatan reses kepada pimpinan dewan.
Menurutnya, laporan tersebut akan menjadi bahan penting dalam menentukan prioritas program pembangunan serta kebijakan daerah yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Semua anggota DPRD yang melaksanakan reses akan menyampaikan laporan hasil kegiatan tersebut. Kemungkinan dalam beberapa minggu ke depan seluruh laporan sudah selesai,” pungkasnya.
Ia menambahkan, berbagai aspirasi yang dihimpun dari masyarakat akan menjadi dasar pembahasan di DPRD untuk memastikan program pembangunan daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Melalui agenda reses ini, DPRD Kabupaten Probolinggo berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjaga, sekaligus memastikan berbagai persoalan di tingkat lokal dapat segera direspons melalui kebijakan daerah. (Bambang)






