oleh

Benteng Peninggalan Penjajah Di Kota Probolinggo Diserbu Wisatawan

News Satu, Probolinggo, Minggu 31 Desember 2017- Benteng peninggalan Inggris dan Belanda di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) menjadi obyek wisata. Terbukti di hari libur dan menjelang tahun baru 2018 tempat ini diserbu ratusan pengunjung, bahkan menjadi obyek bagi para fotografer dari luar Kota Probolinggo.

Banyaknya pengunjung yang datang ke Benteng peninggalan Negara Inggris dan Belanda ini, tidak lain hanya untuk melihat langsung peninggalan sejarah tersebut. Sebab, benteng tersebut merupakan saksi sejarah bagaimana Rakyat Indonesia, khususnya Kota Probolinggo untuk memperjuangkan kemerdekaannya.

Jepri salah seorang Panitia Lomba menggambar dan mewarnai mengatakan, untuk tetap menarik perhatian para wisatawan, pihaknya selalu melakukan kegiatan di Benteng peninggalan para penjajah ini. Diantaranya menggelar lomba menggambar dan mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak, SMP dan SMA.

“Kami sengaja menggelar lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa maupun siswi di Benteng peninggalan Sejarah, tidak lain bertujuan untuk mengingatkan bahwa Daerah kita (Probolinggo, red) pernah disinggahi penjajah dari Inggris dan Belanda,” katanya, Minggu (31/12/2017).

Selain menggelar lombar menggambar dan mewarnai tingkat TK, SMP dan SMA ini, pihaknkya juga menggelar lomba Panjat Pinang, Catur dan Fotografi yang bekerjasama dengan Kodim 0820 dan Pemkot Probolinggo.

“Banyak lomba yang digelar menjelang tahun baru 2018 ini,” ungkapnya.

Sementara Camat Mayaman, Kota Probolinggo, Abas mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan para siswa. Sebab, dengan adanya kegiatan ini, para siswa akan lebih tahu tentang adanya peninggalan sejarah di Kota Probolinggo, khususnya Kecamatan Mayaman.

Sebelum merdeka, Kota Probolinggo sempat disinggahi para Penjajah yang dibuktikan dengan adanya bangunan Benteng milik Negara Inggris dan Belanda. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mengenalkan peninggalan sejarah tersebut kepada para generasi penerus bangsa.

“Dengan kegiatan ini, maka anak-anak akan tahu, jika sebelum merdeka para penjajah dari Inggris maupun Belanda pernah menempati Kota Probolinggo, buktinya dengan adanya bangunan benteng tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda bagi Kecamatan Mayaman, selain untuk mengenalkan sejarah Benteng peninggalan penjajah, juga untuk menarik para wisatawan lokal maupun dari luar daerah untuk berkunjung ke Benteng tersebut.

“Benteng peninggalan penjajah ini, bisa jadi obyek wisata di Kecamatan Mayaman,” imbuhnya. (Bambang)

Komentar

News Feed