Blitar, Selasa 16 Juni 2026 | News Satu- Rumah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, di Kota Blitar tidak lagi hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah. Setelah menjalani rehabilitasi besar-besaran selama lebih dari enam bulan, Istana Gebang kini diproyeksikan menjadi pusat edukasi kebangsaan berbasis digital yang menyasar generasi milenial dan Generasi Z.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengatakan pelestarian situs sejarah nasional harus bergerak lebih jauh daripada sekadar menjaga bangunan fisik. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno tetap relevan dan dipahami generasi muda.
“Istana Gebang harus menjadi ruang belajar yang hidup. Tidak cukup hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dan nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi penerus,” kata Said, Selasa (16/6/2026).
Di bawah koordinasi DPD PDI-P Jawa Timur, revitalisasi dilakukan dengan pendekatan yang menggabungkan pelestarian cagar budaya dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut bertujuan menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diterima oleh masyarakat modern.
Menurut Said, keberadaan Istana Gebang harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, kawasan tersebut akan dihidupkan melalui berbagai agenda berkala yang melibatkan anak muda, komunitas, akademisi, hingga masyarakat umum.
Program yang disiapkan mencakup diskusi kebangsaan, forum publik, kegiatan edukatif, hingga ruang pengembangan kreativitas generasi muda.
“Setiap tiga bulan akan ada agenda yang menyasar kalangan milenial dan Generasi Z. Tujuannya untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan memberikan ruang partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Istana Gebang diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik produktif yang mampu menjembatani warisan pemikiran Bung Karno dengan tantangan zaman.
Salah satu inovasi yang tengah dipersiapkan adalah penyajian visual interaktif yang memungkinkan pengunjung mengakses perjalanan hidup, gagasan, dan perjuangan Bung Karno melalui teknologi digital. Pengunjung nantinya dapat memperoleh informasi sejarah secara lebih praktis dan menarik melalui sistem visual yang dirancang khusus untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah bangsa.
“Kami sedang menyiapkan konsep visual interaktif sehingga pengunjung cukup menekan satu tombol untuk melihat perjalanan perjuangan Bung Karno,” jelas Said.
Konsep tersebut diyakini mampu mengubah cara generasi muda mempelajari sejarah yang selama ini kerap dianggap kaku dan kurang menarik. Renovasi dilakukan secara menyeluruh pada kompleks Istana Gebang yang terdiri atas tiga bangunan utama yang saling terhubung.
“Salah satu perubahan paling menonjol terlihat pada penggantian patung Bung Karno di halaman depan. Patung lama diganti dengan patung baru setinggi sekitar lima meter yang menjadi ikon baru kawasan bersejarah tersebut,” tandasnya.
Selain itu, pagar depan diperbarui dengan desain lebih artistik yang dilengkapi relief pada bagian dalam. Area halaman juga dipercantik menggunakan batu andesit untuk memperkuat kesan historis dan representatif. Said Abdullah menegaskan rehabilitasi Istana Gebang merupakan bagian dari upaya menjaga peninggalan Bung Karno sebagaimana arahan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Menurutnya, Megawati selama ini secara konsisten mengingatkan seluruh kader partai agar menjaga dan merawat situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno sebagai bagian dari tanggung jawab merawat sejarah bangsa.
“Renovasi rumah peninggalan era kolonial Belanda tersebut dibiayai secara gotong royong oleh DPD PDI-P Jawa Timur,” pungkasnya.
Setelah melalui proses rehabilitasi selama lebih dari enam bulan, hasil renovasi dijadwalkan diresmikan oleh Megawati pada 15 Juni 2026. Peresmian itu sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar sepanjang Juni 2026.
Dengan wajah baru dan dukungan teknologi digital, Istana Gebang kini dipersiapkan bukan hanya sebagai simbol sejarah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran kebangsaan yang diharapkan mampu menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi masa depan Indonesia. (Rokib)






