PAMEKASAN, Rabu, 28 Oktober 2026 | News Satu – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar lomba pencak silat tunggal bebas antarpelajar di kawasan Monumen Arek Lancor.
Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan ini melibatkan 58 peserta dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta 16 perguruan silat setempat.
Berdasarkan data penyelenggara, peserta terdiri atas 33 pelajar tingkat SD dan 25 pelajar tingkat SMP. Kompetisi tersebut diikuti kategori putra dan putri, dengan sasaran mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan seni bela diri tradisional.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengatakan pencak silat merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Pencak silat merupakan salah satu dari 10 objek kemajuan kebudayaan sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017,” kata Basri.
Menurut dia, kegiatan pelestarian budaya perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak hanya mengenal pencak silat sebagai seni bela diri, tetapi juga ikut menjaga nilai dan tradisi yang terkandung di dalamnya.
Basri menilai keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dari upaya regenerasi. Selain mengembangkan potensi di bidang pencak silat, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, rasa cinta tanah air, dan budi pekerti.
“Sekaligus menumbuhkembangkan kebudayaan lokal ke arah yang lebih maju, adaptif dan tidak meninggalkan akar budayanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelibatan 16 perguruan silat di Pamekasan menjadi salah satu alasan agar kompetisi serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, bukan hanya pada peringatan hari jadi tahun ini.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrachman, menekankan pentingnya menjaga eksistensi pencak silat di tengah perkembangan teknologi dan arus digitalisasi. Menurut dia, seni bela diri tradisional perlu terus dikenal dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Taufikurrachman saat membacakan sambutan tertulis Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman.
“Dalam pengamatan saya, pencak silat memiliki makna yang cukup luas dari sekadar kemampuan bela diri. Di dalamnya terkandung nilai kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri, penghormatan kepada sesama, serta perpaduan antara kekuatan fisik, ketangkasan dan keindahan gerak,” demikian kutipan sambutan Bupati yang dibacakan Taufikurrachman.
Bupati juga berharap para peserta memanfaatkan kompetisi tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus kesempatan mengasah kemampuan agar dapat berkembang menjadi atlet berprestasi.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan olahraga dan pelestarian seni budaya daerah dengan mempertimbangkan kemampuan serta prioritas pembangunan.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Pamekasan mendorong keterlibatan pelajar dan perguruan silat dalam menjaga tradisi lokal sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka di bidang pencak silat.







