Generasi Digital Didorong Masuk Politik, Ini Pesan Penting Lia Istifhama

Sidoarjo, Senin 22 Juni 2026 | News Satu- Peran generasi muda dalam menentukan arah demokrasi Indonesia menjadi sorotan dalam kegiatan Sekolah Legislasi Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur itu menjadi ruang edukasi politik untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap proses legislasi, kebijakan publik, dan kepemimpinan nasional.

Forum yang berlangsung di lingkungan kampus Umsida tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dari unsur pemerintahan, akademisi, penyelenggara pemilu, hingga legislatif. Hadir di antaranya Wakil Rektor III Umsida Dr. Nurdyansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainun Amalia, serta Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Dalam sesi stadium general, Lia Istifhama menekankan pentingnya keterlibatan generasi Z dalam kehidupan politik dan proses demokrasi. Menurutnya, perubahan sosial dan perkembangan teknologi telah membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.

“Dalam negara demokrasi, setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Yang dibutuhkan adalah kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Lia Istifhama, Senin (22/6/2026).

Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menilai generasi muda saat ini memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini publik, terutama melalui media sosial dan platform digital.

Namun, ia mengingatkan bahwa ruang digital tidak boleh hanya dimanfaatkan untuk mencari popularitas semata. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menggunakan pengaruhnya untuk menyuarakan kepentingan publik secara konstruktif.

“Speak up bukan untuk sensasi, tetapi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Anak muda harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam proses demokrasi,” tegasnya.

Lia juga menyoroti pentingnya integritas dan kepercayaan publik sebagai modal utama dalam membangun kepemimpinan yang kuat. Ia mendorong mahasiswa untuk memahami proses kebijakan publik secara lebih mendalam agar mampu berkontribusi dalam pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga idealisme ketika nantinya memasuki dunia profesional maupun pemerintahan. Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda bukan hanya bagaimana meraih posisi strategis, tetapi bagaimana mempertahankan nilai-nilai yang diyakini ketika berada di dalam sistem.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Idealisme harus tetap dijaga agar mampu menghadirkan perubahan yang positif bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan Sekolah Legislasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi politik di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memahami proses demokrasi secara substantif. Melalui forum tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai sistem legislasi, pengawasan kebijakan publik, peran lembaga negara, hingga pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.

DPM Umsida berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan yang kuat, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan demokrasi di Indonesia. Di tengah meningkatnya partisipasi generasi muda dalam ruang publik dan digital, pendidikan politik dinilai menjadi kebutuhan penting untuk memastikan keterlibatan tersebut berjalan secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. (Kiki)