Skrol untuk membaca pos
Example 325x300

Dari Madura Ke Mandalika, Musik Tongtong Sumenep Unjuk Gigi Di Ajang MotoGP

News Satu
Dari Madura Ke Mandalika, Musik Tongtong Sumenep Unjuk Gigi Di Ajang MotoGP
Dari Madura Ke Mandalika, Musik Tongtong Sumenep Unjuk Gigi Di Ajang MotoGP
Example 468x60
A-AA+A++

Sumenep, Senin 5 Oktober 2026 | News Satu – Warisan budaya khas Madura kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Musik Tongtong asal Kabupaten Sumenep dipastikan ambil bagian dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah ajang yang disaksikan jutaan pasang mata dari berbagai negara.

Kehadiran Musik Tongtong dalam event balap motor paling bergengsi dunia itu menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Sumenep untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Example 300x600

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) menugaskan grup Musik Tongtong Angin Ribut untuk tampil dalam agenda Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, tampilnya Musik Tongtong di Mandalika bukan sekadar hiburan, melainkan representasi identitas budaya Madura yang memiliki nilai sejarah, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Sumenep.

“Kami bangga Musik Tongtong Sumenep bisa tampil di Mandalika. Ini bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga membawa identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Madura ke panggung yang disaksikan masyarakat dari berbagai daerah hingga mancanegara,” ujar Achmad Fauzi, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, Musik Tongtong merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang tumbuh dari kreativitas masyarakat Madura dan berkembang menjadi simbol kebersamaan serta semangat kolektif masyarakat.

Karakter bunyi yang khas dan energik membuat kesenian ini memiliki daya tarik tersendiri serta mampu bersaing di tengah derasnya arus budaya modern.

Achmad Fauzi menilai keterlibatan Musik Tongtong dalam MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia menegaskan, seni budaya tidak boleh berhenti sebagai warisan masa lalu, melainkan harus terus hidup, berkembang, dan hadir di ruang publik agar semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat global.

“Ketika Musik Tongtong tampil di Mandalika, semakin banyak orang mengenal budaya Sumenep dan Madura. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas promosi daerah,” katanya.

Selain memperkenalkan budaya, momentum tersebut juga diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni untuk terus berkarya dan berinovasi.

Pemerintah daerah optimistis eksposur internasional yang diperoleh melalui MotoGP Mandalika dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, hingga promosi produk unggulan daerah.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun citra daerah dan menarik perhatian wisatawan.

“Musik Tongtong bergema di Mandalika, membawa warna Madura, mengangkat nama Sumenep, dan membuktikan bahwa budaya lokal memiliki panggung yang luas di tengah dunia yang terus berubah,” pungkasnya.

Partisipasi Musik Tongtong dalam MotoGP Mandalika 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu tampil sejajar di panggung global, membawa nama Sumenep dan Madura semakin dikenal dunia. (Rose)

Example 300250
Example 120x600
Example 728x250