DPRD Desak Pemkab Situbondo Tuntaskan Jalur Lingkar Utara, Truk Besar Masih Padati Kota

Situbondo, Sabtu 3 Oktober 2026 | News Satu- DPRD Kabupaten Situbondo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo segera menuntaskan pembangunan Jalur Lingkar Utara (JLU) yang hingga kini belum rampung meski dinilai sangat strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan berat di jalur Pantura sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sekretaris Komisi III DPRD Situbondo, Arifin, menegaskan pembangunan JLU harus menjadi prioritas pemerintah daerah karena keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mengalihkan arus truk tronton, trailer, dan kendaraan bermuatan besar yang selama ini masih melintasi pusat kota.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya memicu kepadatan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan.

“Jalur Pantura Situbondo setiap hari dipadati kendaraan berat. Seharusnya kendaraan bermuatan besar sudah dapat dialihkan melalui Jalur Lingkar Utara, namun hingga sekarang pembangunan jalur tersebut belum selesai,” ujar Arifin, Sabtu (3/10/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan DPRD, panjang Jalur Lingkar Utara yang telah terbangun baru sekitar enam kilometer. Padahal proyek tersebut dirancang memiliki panjang total sekitar 22 kilometer yang menghubungkan Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan hingga Kecamatan Kapongan.

Arifin menilai lambannya penyelesaian proyek strategis tersebut membuat manfaat ekonomi yang seharusnya dinikmati masyarakat belum dapat dirasakan secara maksimal.

Ia menjelaskan, keberadaan jalur nasional baru akan membuka peluang tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi di sepanjang koridor jalan, mulai dari usaha kuliner, penginapan, pusat perdagangan, hingga peningkatan nilai investasi dan harga tanah di kawasan sekitar.

“Jika jalur ini selesai, ekonomi masyarakat di sepanjang lintasan akan bergerak lebih cepat. Warung makan, penginapan, usaha kecil, hingga nilai jual lahan berpotensi meningkat karena status jalannya naik menjadi jalur nasional,” katanya.

Selain memberikan dampak ekonomi, JLU juga dinilai mampu meningkatkan konektivitas kawasan dan memperkuat posisi Situbondo sebagai daerah penyangga jalur logistik utama di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

DPRD berharap Pemkab Situbondo segera menyiapkan langkah konkret dan mengalokasikan anggaran khusus pada tahun mendatang untuk mempercepat penyelesaian proyek yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut.

“Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan mengalokasikan anggaran yang memadai agar pembangunan Jalur Lingkar Utara dapat segera dituntaskan. Apalagi saat ini pemerintah mengusung semangat Situbondo Naik Kelas,” tegas Arifin.

Desakan tersebut muncul di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur transportasi yang mampu mendukung mobilitas barang dan jasa sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. DPRD menilai penyelesaian Jalur Lingkar Utara menjadi salah satu proyek kunci yang dapat menentukan arah pembangunan Situbondo dalam beberapa tahun ke depan. (Imam)