Pasar Induk Kota Batu Miliki Tiga Lantai Dirancang Dengan Konsep Green Building

Kedepannya, pasar yang memiliki luas total 43.497 meter persegi bakal memiliki beberapa bagian, yaitu main lobby dan memiliki 3 lantai karena adanya gradasi kontur tanah mencapai 17 meter dari timur dan barat. Dengan kontur tanah yang tidak rata, penggunaan gradasi sangat penting.

“Agar pengeluaran tidak besar karena adanya pengurukan untuk pemerataan. Sehingga memanfaatkan gradasi tanah dalam proses pembangunannya,” terang dia.

Ia melanjutkan, pasar tradisional dengan penampilan modern itu akan dipasang display informasi di pintu masuk. Dengan begitu masyarakat yang akan berbelanja bisa mendapat informasi terkait Pasar Batu.

Lantai pertama diisi pedagang los daging, kios bunga, kios tukang, kios rombeng, kios kelontong, Los sayur, kios dan los buah, lantai dua akan diisi los kain, toko emas, perbankan, pakian sedang lantai 3 akan diisi  food court, pusat oleh-oleh, dan area parkir.

Dengan luas lantai 14,197 meter persegi. Lalu lantai 2, kios emas, pakaian, bank, KUD, pracang, dan kios palen dengan luar 13,625 meter persegi dan lantai tiga digunakan cafe, PKL, dan co working space.

“Karena konsep adalah green building, dari seluruh luas lahan sekitar 4 hektar. Bangunan hanya mencapai 60 persen. Begitu juga energi akan menggunakan 60 persen PLN dan 40 persen energi terbarukan,” ujarnya.

Kadiskoumdag Kota Batu Eko Suhartono berharap semua proses dan tahapan bisa berjalan lancar. Saat ini pihaknya terus mematangkan visi misi bersama pedagang termasuk pendataan sebagai bahan DED.

“Kami terbuka, kita bakal terus melakukan sosialisasi dan komunikasi kontinue agar semua bisa dilalui sesuai jadwal yang ditentukan oleh pusat,” katanya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan pemerintah sangat terbuka, konsultan pun juga demikian untuk menghimpun dan mengakomodir aspirasi para pedagang agar semua bisa berjalan lancar dan baik.

“Artinya baik bagi pedagang yang menempati, maupun baik bagi pihak yang membangun. Intinya ada jalan keluar terbaik,” harap Dewanti.

Dalam sosialisasi, Dewanti mengaku menangkap beberapa keluhan dari para pedagang yaitu dari segi luas bedak. Sebenarnya, luas tersebut hanya cluster yang diberikan oleh perencana.

“Ada bedak dengan luas 2×2 meter persegi, 2×3 meter persegi dan sebagainya. Nanti untuk pedagang yang memiliki SK 2 atau 3, luas bedak bisa ditambahi yang aslinya 2×2 bisa jadi 2×4 meter tergantung suratnya,” ujar dia.(Wiyono/Adv)

Komentar