AGROBISNISBEKASIHEADLINENEWSNEWS SATUPERTANIANREGIONAL

Inovasi Pertanian Di Perkotaan, Petani Kota Bekasi Hadapi Kemarau Dengan Pompa Air

565
×

Inovasi Pertanian Di Perkotaan, Petani Kota Bekasi Hadapi Kemarau Dengan Pompa Air

Sebarkan artikel ini
Inovasi Pertanian Di Perkotaan, Petani Kota Bekasi Hadapi Kemarau Dengan Pompa Air
Inovasi Pertanian Di Perkotaan, Petani Kota Bekasi Hadapi Kemarau Dengan Pompa Air

News Satu, Bekasi, Senin 27 Mei 2024- Meski berada di tengah perkotaan, para petani di Kota Bekasi berhasil mempertahankan produktivitas lahan pertanian mereka dengan panen dua kali setahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Bekasi, Herbert Panjaitan mengatakan, bahwa produktivitas lahan pertanian di Kota Bekasi pada i musim kemarau bisa panen 2 kali dalam setahun,

“Meski di perkotaan, sawah kita termasuk bagus, bisa panen dua kali setahun saat kemarau. Padahal di daerah lain hanya bisa sekali panen kalau kemarau datang,” ujar Herbert, Senin (27/5/2024).

Untuk menjaga produktivitas panen saat memasuki musim kemarau, Pemkot Bekasi melalui DKP3 berupaya memberikan dukungan kepada para petani dengan mengajukan bantuan mesin pompa ke Kementerian Pertanian.

Dari total 22 lokasi lahan pertanian yang diajukan, sebanyak 18 lokasi disetujui dan bantuan langsung didistribusikan kepada kelompok-kelompok tani.

“Kita dapat bantuan sebanyak 18 unit mesin pompa dan juga 5 traktor. Langsung kita salurkan kepada petani sebagai antisipasi musim kemarau datang,” jelas Herbert.

Menurut Herbert, keberadaan pompa air menjadi sangat penting saat musim kemarau karena mayoritas sawah di wilayahnya adalah sawah tadah hujan yang pengairannya sangat bergantung pada air hujan.

Dengan bantuan pompa air, petani dapat mengaliri sawah mereka dengan air sungai yang ada di dekat lahan mereka, sehingga produktivitas tanam tetap terjaga dan hasil panen tidak terganggu.

“Dengan pompa air, petani bisa mengaliri sawah mereka dengan air sungai di dekat lahan mereka. Harapannya, produktivitas tanam tetap terjaga dan akan berdampak pada hasil panen,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kota Bekasi memiliki lahan pertanian seluas 259 hektar dengan produktivitas sekitar 1.295 ton beras per tahun. Meskipun mayoritas lahan tersebut dimiliki oleh pengembang perumahan, para petani tetap dapat menggarap lahan tersebut dengan baik.

Upaya DKP3 Kota Bekasi ini diharapkan mampu memberikan solusi atas tantangan yang dihadapi petani di perkotaan, khususnya dalam menjaga produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Dengan bantuan dan inovasi teknologi pertanian, diharapkan sektor pertanian di Kota Bekasi terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (Azka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.