BONDOWOSOHEADLINENEWSPEMERINTAHANPEMKAB BONDOWOSOREGIONAL

Bupati Bondowoso Berikan Bantuan Ratusan Pekerja Terdampak PPKM

105
×

Bupati Bondowoso Berikan Bantuan Ratusan Pekerja Terdampak PPKM

Sebarkan artikel ini
Bupati Bondowoso Berikan Bantuan Ratusan Pekerja Terdampak PPKM
Bupati Bondowoso Berikan Bantuan Ratusan Pekerja Terdampak PPKM

News Satu, Bondowoso, Sabtu 31 Juli 2021- Bupati Bondowoso Salwa Arifin memberikan bantuan kepada ratusan pekerja yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat atau level Empat. Bantuan ini, diambilkan dari Anggaran di APBD dari BTT (Biaya Tidak Terduga) milik Bupati Bondowoso.

Bupati Salwa Arifin menyampaikan terdapat delapan PKL di depan Masjid Agung At Taqwa, Alun-alun Ki Bagus Asra, bahwa bantuan itu diberikan untuk meringankan beban masyarakat terdampak yang sempat berhenti berjualan atau bekerja selama beberapa pekan.

“Mohon dimanfaatkan betul-betul ini sebagai modal kerja. Tadi kan untuk pedagang minuman, cilok, tahu walik. Kalau untuk pedagang besar ini diharapkan bisa jadi stimulan,” jelasnya, Sabtu (31/7/2021).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Syaefuddin Suhri, menerangkan, para penerima bantuan terdiri dari tukang becak 120 orang, pedagang asongan 146 orang, para PKL dan pekerja 259 orang, angkutan desa 95 orang, serta karyawan cafe sebanyak 179 orang.

“Jadi total 800 penerima. Nominalnya Rp 300ribu per orang,” paparnya.

Nantinya, anggota dari Dinas Sosial yang beranggotakan 15 orang terbagi menjadi lima tim akan menyerahkan langsung ke para penerima sesuai kelompok dengan door to door, yakni kelompok PKL dan pekerja, kelompok karyawan cafe, kelompok tukang becak, kelompok pedagang asongan, serta kelompok angkutan desa.

“Jangan diserahkan di Dinsos, itu nanti khawatir menumpuk. Tim itu yang ngantarkan secara door to door,” ujarnya.

Ditanya perihal bertambahnya jumlah penerima dari rencana awal, dia menjawab, semula pihaknya mengajukan dua pilihan pada tim anggaran, yaitu pilihan pertama, bantuan Rp 200 ribu diberikan dua kali untuk sekitar 700 orang. Dan pilihan ke dua, uang sebesar Rp 300 ribu diberikan satu kali tapi jumlah penerima ditambah.

“Tim anggaran memilih Rp 300 ribu diberikan satu kali tapi jumlah penerimanya ditambah,” pungkasnya.(Rokib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.