Bupati Kholilurrahman Tekankan Soliditas ASN Di Tengah Tekanan Fiskal

Pamekasan, Kamis 12 Maret 2026 | News Satu- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH. Kholilurrahman menegaskan pentingnya penguatan birokrasi di seluruh lini pemerintahan sebagai langkah strategis menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan fiskal dari pemerintah pusat.

Menurutnya, situasi tersebut menuntut aparatur pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD), untuk bekerja lebih solid agar program pembangunan daerah tetap berjalan sesuai rencana.

Penegasan itu disampaikan Bupati Kholilurrahman saat memberikan arahan kepada jajaran aparatur pemerintahan pada Kamis (12/3/2026). Ia mengingatkan bahwa tantangan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghambat bagi upaya pembangunan di Kabupaten Pamekasan.

“Penguatan birokrasi harus dilakukan di semua tingkat. Pemerintah desa, kecamatan, hingga OPD harus saling mendukung agar pembangunan tetap berjalan meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran,” tegasnya.

Kholilurrahman juga mengingatkan agar para pejabat di lingkungan pemerintahan tidak saling melemahkan. Sebaliknya, mereka harus memperkuat koordinasi dan kolaborasi demi memastikan program pembangunan daerah berjalan efektif.

Menurutnya, komitmen bersama antar unsur birokrasi menjadi kunci penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan serta mempercepat realisasi program pembangunan daerah.

“Semua pejabat harus saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Membangun Pamekasan membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak,” ujarnya.

Selain memperkuat birokrasi, Bupati juga menekankan pentingnya pengembangan sektor usaha mikro sebagai pendorong ekonomi masyarakat. Ia telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan guna membantu pelaku usaha kecil agar dapat mengembangkan usahanya.

Menurutnya, banyak pelaku usaha mikro yang sebenarnya hanya membutuhkan tambahan modal dalam jumlah relatif kecil untuk meningkatkan kapasitas usaha.

“Pelaku usaha kecil kadang hanya membutuhkan tambahan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta untuk membeli peralatan usaha seperti wajan, kompor, atau perlengkapan lain,” jelasnya.

Kholilurrahman menilai dukungan permodalan sederhana tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing serta memperkuat koordinasi antarinstansi.

Dengan sinergi yang kuat antara birokrasi, pelaku usaha, dan masyarakat, pemerintah daerah optimistis upaya mewujudkan Pamekasan yang maju dan sejahtera secara merata dapat tercapai.

“Jika semua pihak berkolaborasi dan menjalankan tugasnya dengan baik, pembangunan Pamekasan akan berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (Yudi)