Pembangunan Wisata Di Sumenep Tidak Harus Andalkan APBD

News Satu, Sumenep, Selasa 24 April 2018- Pembangunan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) tidak harus mengandalkan APBD. Melainkan, Pemerintah Daerah harus membuat terobosan baru agar para investor atau pengusaha datang ke Sumenep untuk berinvestasi.

Terobosan baru tersebut, yakni bisa membuka kepada para pengusaha atau investor untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Sumenep. Sebab, wilayah yang berada di ujung timur pulau garam Madura, dengan memiliki 126 Pulau baik berpenghuni maupun tidak, kekayaan wisatanya sangat banyak. Mulai dari wisata Bahari seperti Gili Labak, Gili Iyang, pantai Sembilan, Pulau Pandan, Lombang dan Slopeng.

“Keterbatasan APBD Kabupaten Sumenep, nampaknya tidak mungkin untuk fokus pada program pembangunan wisata Sumenep. Namun harus bekerjasama dengan pengusaha atau investor luar, sehingga secara otomatis pembangunan infrastruktur juga akan dilakukan, jadi kami buat Program Visit Sumenep 2018,” ujar Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Selasa (24/4/2018).

Lanjut Politisi PDI Perjuangan Sumenep ini, salah satu upaya agar pengembangan potensi wisata di Sumenep bisa segera dilakukan, yakni melibatkan pengusaha untuk berinvestasi di Kabupaten Sumenep.

“Sumenep itu, memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa baik dari wisata Bahari, Religi dan wisata alamnya. Sehingga untuk pengembangannya butuh sentuhan tangan pengusaha,” tandasnya.

Dengan adanya investor atau pengusaha yang berinvestasi di Sumenep, maka peningkatan pembangunan sarana dan prasarana di sejumlah obyek wisata akan cepat diabngun.

“Memang sarana dan prasarana objek wisata itu, membutuhkan banyak pembangunan, seperti penginapan, cafe dan pembangunan infrastruktur wisata lainnya,” ungkap Pengusaha Sukses di Ibukota ini.

Orang nomor dua di Sumenep ini menambahkan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) untuk berinvestasi di Sumenep. Sehingga pembangunan obyek wisata di Bumi Sumekar ini akan cepat terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Pemkab Sumenep tidak mungkin membangun sendiri potensi wisata melalui APBD, jadi dengan adanya pengusaha untuk melakukan pengembangan pembangunan destinasi wisata Sumenep, bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Roni)

Komentar