Malang, Rabu 14 Januari 2026 | News Satu- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi Kampus Malang sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja kenegaraan di Jawa Timur. Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan nasional yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan integritas generasi muda.
Presiden Prabowo tiba di Malang dengan menggunakan helikopter kepresidenan AgustaWestland AW189 dan mendarat di Lapangan Kodam V/Brawijaya. Dari lokasi tersebut, Presiden melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak.
Perjalanan menuju lokasi sekolah diwarnai suasana hangat. Presiden Prabowo terlihat menyapa masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan. Bahkan, dari atas kendaraan taktis Maung Garuda, Presiden secara spontan membagikan kaus kepada warga. Aksi tersebut disambut sorak antusias masyarakat yang memanggil dan melambaikan tangan kepada Kepala Negara.
Sesampainya di lingkungan sekolah, Presiden disambut barisan siswa SMA Taruna Nusantara yang berdiri rapi layaknya pasukan kehormatan. Presiden berjalan menyusuri karpet biru yang telah disiapkan sambil membalas salam hormat para siswa yang berjajar di sisi jalur penyambutan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa SMA Taruna Nusantara telah terbukti melahirkan kader-kader unggul yang berkiprah di tingkat nasional. Ia menyebut sejumlah menteri dan pejabat negara yang merupakan alumni sekolah tersebut.
“Sejak berdiri pada 1990, lulusan Taruna Nusantara telah menunjukkan kualitasnya. Di kabinet yang saya pimpin saat ini, banyak posisi strategis diisi oleh alumni SMA Taruna Nusantara,” ujar Presiden, Rabu (14/1/2026).
Presiden menyebut Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai alumni angkatan kelima sekaligus Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara. Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tercatat sebagai alumni angkatan keenam, sementara Wakil Menteri Pertanian Sudaryono merupakan alumni angkatan kedua.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional.
“Pendidikan adalah alat utama pembangunan. Pendidikan dan kesehatan merupakan instrumen paling efektif untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan ketertinggalan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi akademik. Pembentukan karakter, kejujuran, dan integritas harus menjadi nilai utama yang ditanamkan sejak dini.
“Kita ingin melahirkan pemimpin masa depan yang jujur, bersih, dan tidak korupsi. Pemimpin yang bekerja sepenuh hati untuk rakyat dan bangsanya,” kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana pengembangan SMA Taruna Nusantara di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sulawesi Tenggara, dan Sumatra Selatan. Seluruh kampus baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Saat ini, SMA Taruna Nusantara telah beroperasi di Magelang, Cimahi, dan Malang. Presiden menilai jumlah tersebut masih perlu ditambah agar akses pendidikan unggulan dapat dirasakan secara merata.
Salah satu siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang asal Medan, Abraham Stefano Tambunan, mengaku terinspirasi oleh sosok Presiden Prabowo.
“Beliau mencerminkan kepemimpinan yang tegas dan disiplin. Visi beliau tentang pendidikan sangat memotivasi kami sebagai generasi muda,” ucapnya.
Menutup rangkaian acara, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk merenovasi puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Tahun ini, pemerintah menargetkan perbaikan 60 ribu sekolah, dengan total 300 ribu sekolah ditingkatkan kualitasnya dalam empat tahun mendatang.
Usai peresmian, Presiden meninjau langsung fasilitas pendidikan dan aktivitas belajar mengajar di SMA Taruna Nusantara Kampus Malang bersama jajaran menteri terkait. (Imam)







