Probolinggo, Minggu 26 April 2026| News Satu- Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kembali disorot pelaku usaha. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Probolinggo mendesak pemerintah kota segera membentuk Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) untuk mempercepat penyelarasan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Desakan ini mengemuka dalam forum pembinaan pengurus Kadin daerah yang digelar di Kelurahan Tisnonegaran, dengan melibatkan perwakilan dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang, dan Malang.
Ketua Kadin Kota Probolinggo, Roy Rianto Gunadi, menilai implementasi TKDV di daerah masih berjalan lambat meski telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022. Menurutnya, percepatan pembentukan TKDV menjadi krusial di tengah tuntutan industri berbasis keterampilan, bukan sekadar ijazah formal.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah kompetensi, bukan hanya gelar. Dunia kerja menuntut keterampilan yang relevan,” tegasnya, Minggu (26/4/2026).
Sebagai langkah konkret, Kadin Probolinggo menyiapkan program sertifikasi profesi bagi peserta pelatihan vokasi guna memastikan lulusan memiliki standar kompetensi industri.
“Tak hanya itu, peluang magang internasional ke negara industri seperti Jerman dan Jepang juga dibuka untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar global,” tandasnya.
Untuk jangka panjang, Kadin Kota Probolinggo merancang pendirian Kadin Institute sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja di wilayah Tapal Kuda. Lembaga ini diproyeksikan menjadi wadah pelatihan berbasis kebutuhan industri.
“Kami optimis langkah ini dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas SDM daerah,” tukasnya.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengungkapkan kesenjangan kompetensi lulusan masih menjadi persoalan serius. Mengacu data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), hanya sekitar 10 hingga 20 persen lulusan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kondisi ini menjadi alarm serius. TKDV harus menjadi solusi untuk menyelaraskan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru,” pungkasnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, Kadin memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan penyelarasan kurikulum vokasi dengan kebutuhan dunia industri. (Bambang)






