oleh

Jelang Ramadhan, FRPB Pamekasan Perbarui APAR di Masjid Agung As Syuhada

News Satu, Pamekasan, Kamis 8 April 2021- Berbagai upaya dan antisipasi dilakukan oleh setiap stakeholder dalam mengurangi resiko bencana. Terlebih dalam memasuki bulan suci ramadhan yang kerap kali menjadi momentum umat muslim dalam beraktifitas di berbagai tempat ibadah nantinya.

Mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan di kala menunggu Maghrib di seputaran Monumen Arek Lancor Pamekasan, Jawa Timur. Hingga ibadah sholat lima waktu dan tarawih hingga mengaji pada malam harinya di lingkungan Masjid Agung As Syuhada di Bumi Gerbang Salam.

Padatnya aktifitas ini tentu menjadi perhatian khusus bagi Forum Relawan Penanggulangan Bencana atau FRPB Pamekasan untuk turut mempersiapkan personil dan sarana pencegahan. Terutama dari bahaya kebakaran di lingkungan jantung kota dan Masjid Jamik itu sendiri.

Setelah selama 2 tahun ini mereka menghibahkan beberapa unit Alat Pemadam Api Ringan atau APAR di Masjid terbesar di Bumi Gerbang Salam itu. Lalu, kini mereka secara swadaya melakukan peremajaan sarana APAR tersebut demi menjamin ketersediaan dan fungsi alat pemadam jinjing itu berkerja dengan baik jika dibutuhkan.

Budi Cahyono, Ketua FRPB Pamekasan, mengatakan bahwa untuk optimalisasi sarana memang APAR wajib diganti setelah 2 tahun sekali. Baik itu belum pernah digunakan maupun sudah gunakan sekalipun, demi optimalisasi fungsi jika keadaan darurat dibutuhkan memadamkan kebakaran kecil.

Bahkan, kewajiban setiap gedung dan ruang publik dalam penyediaan APAR merupakan suatu kewajiban berbagai pihak dan pengelola. Aturannya pun jelas untuk ukuran setiap meter ruangan dengan kebutuhan sarana pemadam yang diharuskan mesti berimbang.

“Sengaja kami tempatkan APAR di Masjid Agung As Syuhada agar bisa dimanfaatkan jika dibutuhkan. Baik untuk takmir maupun kejadian di sekitar arek Lancor,” ujarnya Kamis (8/4/2021) Siang.

Terlebih menyambut bulan ramadhan yang biasanya syarat kegiatan masyarakat dan keagamaan di Masjid jujukan Bumi Gerbang Salam itu. Sehingga pemantauan dan antisipasi kejadian yang tidak diinginkan akan lebih cepat terespon oleh masyarakat sekitar.

“Selain di Masjid Jamik, Kami juga tempatkan beberapa APAR di beberapa panti asuhan yang juga dekat dengan di pemukiman mulai 2 tahun lalu. Semoga tidak pernah digunakan dalam artian kita aman dan tidak ada kejadian kebakaran di berbagai titik itu,” tukasnya. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.