HEADLINENEWSOGAN KOMERING ILIRPEMERINTAHANREGIONAL

Angka Kemiskinan Di OKI Capai 113 Ribu Lebih

1158
×

Angka Kemiskinan Di OKI Capai 113 Ribu Lebih

Sebarkan artikel ini
Angka Kemiskinan Di OKI Capai 113 Ribu Lebih
Angka Kemiskinan Di OKI Capai 113 Ribu Lebih

News Satu, Ogan Komering Ilir, Kamis 4 Mei 2023- Angka Kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mencapai 113,79 ribu orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI, pada tahun 2020 angka kemiskinan di OKI mencapai 123,34 ribu jiwa (14,73 persen), kemudian pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 124,78 ribu (14,68 persen), dan pada tahun 2022 kembali mengalami penurunan menjadi 113,79 ribu (13,23 persen).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKI, Anugrahani mengatakan, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) merupakan rujukan termutakhir pada saat ini dalam mengukur indikator di bidang Sosial dan Ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran rumah tangga.

“Data hasil SUSENAS menjadi sandaran utama untuk perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Dirilis pada Maret 2022 lalu. Beberapa output penting lainnya yang dihasilkan dari SUSENAS diantaranya Angka Kemiskinan beserta komponennya dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) beserta komponennya,” katanya, Kamis (4/5/2023).

Dari pengukuran Susenas ini, angka kemiskinan di OKI turun sebanyak 1,45 persen poin. Yakni dari 14,68 persen pada tahun 2021 menjadi 13,23 persen di tahun 2022. Angka penurunan tersebut menjadi salah satu intervensi penurunan kemiskinan tertinggi di Sumsel.

“Metodologi pengukuran survei menggunakan konsep kebutuhan dasar atau basic needs approach, yang terdiri atas garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan nonmakanan (GKNM). Penurunan 1.45 persen salah satu tertinggi di Sumsel sehingga secara urutan Kabupaten OKI turun peringkat dari urutan ke 4 menjadi urutan ke-5 di Sumsel,” tandasnya.

Hani menambahkan ada beberapa faktor yang mendorong penurunan angka kemiskininan antara lain, Melandainya pandemi Covid-19 yang disusul mulai bangkitnya perekonomian masyarakat.

“Salah satu sektor pendongkrak perekonomian kabupaten OKI yakni pertanian yang berkontribusi signifikan,” pungkasnya. (Hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.