oleh

Bupati OKI Buka Kran, Gubernur Sumsel Bantu Insfratruktur Jalan

News Satu, Ogan Komering Ilir, Senin 12 Oktober 2020- Kepiawanan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE dalam berkomunikasi tidak diragukan lagi. Berkat keahlian sang bupati, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) memberi kado istimewa pada peringatan hari jadi ke 75 Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan perbaikan infrasturuktur jalan Kabupaten.

“Kalau sudah Pak Iskandar yang bekendak aku dak biso nolak, Gubernur bantu 1 digit dana provinsi untuk infrastruktur di anggaran perubahan 2020,” kata Herman Deru, Gubernur Sumsel, Senin (12/10/2020).

Gubernur Deru mengungkap Infrastruktur jadi prioritas untuk percetapan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Khusus OKI saya mengakui memang harus dipimpin oleh Bupati piawai dengan wilayah yang begitu luas, anggaran yang minim namun daerah ini jadi yang terdepan tidak tertinggal dengan daerah lain,” ungkap Deru.

Untuk itu dia meminta Bupati OKI untuk segera menyampaikan usulan agar dapat realisasikan pada tahun 2020 ini. Selain itu Deru juga menjanjikan pembangunan stadion sepak bola di Desa Riding OKI yang tertunda pembangunannya pada tahun ini akibat adanya refocusing Covid-19 dan menurunya CSR dari pihak ke tiga.

“Tahun depan kita bangun kalau dari CSR kurang, kita alokasikan dari dana provinsi,” ujarnya.

Sementara, Bupati Ogan Komering Ilir mengatakan, bantuan Gubernur ini akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur di Kecamatan Cengal Kabupaten OKI.

“Segera kita sampaikan usulan sebagaimana Pak Gubernur minta tadi fokusnya nanti perbaikan jalan di Kecamatan Sungai Menang hingga ke Kecamatan Cengal,” ungkap Iskandar.

Iskandar juga menyebut di usia ke 75 tahun Kabupaten Ogan Komering Ilir terus membangun dengan sejumlah capaian diraih diantaranya peningkatan Indek Pembangunan Manusia dari 63,87 pada tahun 2014 naik menjadi 66,96 pada 2019. Angka harapan hidup masyarakat OKI juga bertambah menjadi 68,41 tahun pada 2019 demikian dengan angka stunting turun dari 34,4 persen pada tahun 2015 menjadi 30,06 pada 2019.

“Masih banyak tugas pembangunan yang mesti dilakukan bantuan dari Provinsi tetap diharapkan untuk mengakselerasi pembangunan,” pungkasnya. (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.