BUDAYAHEADLINENEWSOGAN KOMERING ILIRPEMKAB OGAN KOMERING ILIRREGIONAL

DPRD Ogan Komering Ilir, Tradisi Midang Morge Siwe Tetap Harus Dilestarikan

374
×

DPRD Ogan Komering Ilir, Tradisi Midang Morge Siwe Tetap Harus Dilestarikan

Sebarkan artikel ini
DPRD Ogan Komering Ilir, Tradisi Midang Morge Siwe Tetap Harus Dilestarikan
DPRD Ogan Komering Ilir, Tradisi Midang Morge Siwe Tetap Harus Dilestarikan

News Satu, Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa 4 Juni 2019- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meminta agar Pemerintah Daerah setempat harus mampu melestarikan Tradisi Midang Morge Siwe (Arak-arakan Lebaran Sembilan Marga, red). Bahkan, jika perlu Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir harus menganggarkan sebesar Rp 15 juta untuk tiap-tiap kelurahan yang mengikuti agenda tahunan Midang tersebut.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD OKI, Abdul Hamid SH, Tradisi Budaya Midang Bebuke Morge Siwe memang patut dilestarikan, karena tradisi tersebut merupakan warisan para leluhur. Midang ini sudah ada sejak tahun 1954 dan sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di Kementerian Pariwisata, dan pernah ditampilkan di Istana Negara pada tahun 2007.

“Adat arak-arakan ini sudah sejak lama dilakukan. Para pelakunya adalah muda-mudi dalam kelurahan. Mulanya midang dilakukan oleh muda-mudi yang kelurahannya ada hajatan pernikahan, kemudian untuk melestarikannya dikembangkan menjadi agenda tahunan pariwisata, tepatnya di setiap lebaran,” katanya, Selasa 4(4/6/2019).

Ia mengatakan, pada tahun 2018 untuk anggaran Midang sebesar Rp 10 juta, dan pada tahun 2019 ini, pihaknya berusaha untuk menganggarkan Rp 15 juta setiap kelurahan.

“Anggaran segitu masih minim, tapi kami terus berupaya agar dinaikkan algi pada tahun berikutnya minimal Rp 30 juta setiap kelurahan,” tandasnya.

Selain midang, biasanya masyarakat Kayuagung mempunya tradisi yakni wisata air keliling Sungai Komering Kayuagung dengan menggunakan Speed Boat maupun perahu ketek. Untuk mencegah kecelakaan lalulintas air saat lebaran Idul Fitri. Dinas Perhubungan OKI maupun instansi terkait lainnya, menstandbye-kan perahu karet atau speed boat dan memberikan rambu-rambu lalulintas air.

“Bagi penumpang speed boat hendaknya diberi pelampung agar tidak tenggelam saat ada kecelakaan. Ini memang seharusnya diperhatikan oleh para sopir speed boat, bila perlu, kalau tidak ada alat pengaman bagi penumpang, speedboat jangan dioperasikan,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Ir. Ifna Nurlaela mengatakan, tradisi midang memang harus tetap dilestarikan.

“Pada tahun ini sudah ditammbah anggarannya, yakni Rp 15 juta setiap kelurahan, semoga menambah antusias muda-mudi dan masyarakat Kayuagung dalam mengikuti Midang,” katanya dengan singkat. (Hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.