Lakukan Intervensi Secara Bertahap, OKI Fokus Capai Zero Stunting 2024

News Satu, Ogan Komering Ilir, Kamis 15 Desember 2022- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering secara serius melaksanakan program percepatan penurunan stunting dengan melakukan tahapan kegiatan mulai dari bantuan dan seleksi kasus, pengumpulan makalah kerja audit kasus stunting, hingga menghasilkan rencana tindak lanjut untuk mencapai OKI Zero Stunting pada tahun 2024 mendatang.

“Kerjasama dan dukungan dari berbagai sektor serta adanya kegiatan audit kasus stunting ini dapat mendukung optimalnya percepatan penurunan stunting khususnya OKI,” ungkap Wakil Bupati OKI, Djafar Shodiq saat acara pertemuan Audit Kasus Stunting Kedua tingkat OKI, Rabu (14/12/2022) kemarin.

Wabup Shodiq menambahkan kualitas koordinasi jadi kunci keberhasilan dalam rangka percepatan penurunan stunting di OKI.

“Upaya percepatan stunting ini tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan konsisten serta waktu yang tidak sebentar, maka dari itu saya apresiasi atas seluruh kinerja yang telah dilakukan. Semoga terus konsisten hingga tercapai OKI Zero Stunting pada 2024 mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI, M. Lubis mengatakan audit kasus stunting bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan dan perbaikan tata laksanakan kasus serupa, analisis faktor risiko, dan menentukan rekomendasi tindak lanjut.

“Sasaran kelompok berisiko stunting terdiri dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, bayi dan balita agar dapat direkomendasikan rencana tindak lanjut untuk kemudian dilakukan intervensi,” kata Lubis.

Lubis menyampaikan bantuan 3 audit kasus stunting yang dilaksanakan di 3 kecamatan yaitu Mesuji Raya, Air Sugihan dan Sungai Menang.

Sementara jumlah kasus yang teridentifikasi yaitu sebanyak 35 kasus terdiri dari Calon Pengantin 2 kasus, ibu hamil 11 kasus, ibu pascasalin 1 kasus, bayi dan balita berisiko sebanyak 21 kasus.

“Kita terus berupaya melakukan intervensi secara bertahap sampai tidak ada lagi kasus stunting di OKI,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut berikan pula apresiasi kepada PIK-R Tunas Bangsa, SMAN 3 Unggulan Kayuagung yang telah berhasil menjadi PIK-R Percontohan Provinsi Sumatera Selatan. (Hasan)

Komentar