HEADLINENASIONALNEWSNEWS SATUOGAN KOMERING ULUPEMERINTAHANREGIONAL

Pasca Banjir Bandang, Pemerintah Fokus pada Solusi Jangka Panjang Di Kabupaten OKU

850
×

Pasca Banjir Bandang, Pemerintah Fokus pada Solusi Jangka Panjang Di Kabupaten OKU

Sebarkan artikel ini
Pasca Banjir Bandang, Pemerintah Fokus pada Solusi Jangka Panjang Di Kabupaten OKU
Pasca Banjir Bandang, Pemerintah Fokus pada Solusi Jangka Panjang Di Kabupaten OKU

News Satu, Ogan Komering Ulu, Kamis 30 Mei 2024- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyebabkan kerusakan besar dan meninggalkan dampak signifikan bagi masyarakat. Pemerintah kini bergerak cepat untuk menangani dampak bencana ini dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani krisis ini dan memastikan pemulihan yang menyeluruh. Banjir bandang yang melanda Kabupaten OKU telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan pemukiman.

“Banjir ini menyisakan luka mendalam bagi korban yang terdampak,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Kamis (30/5/2024).

Dia mengungkapkan bahwa belasan ribu rumah warga mengalami kerusakan, dan sejumlah fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan turut terdampak. Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak.

“Pada prinsipnya, kami sangat mendukung sepenuhnya masa tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tandasnya.

Pemerintah telah mendistribusikan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan, untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa kritis ini.

Suharyanto bersama tim BNPB telah meninjau langsung kondisi di Desa Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan, salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto melihat secara langsung kerusakan yang terjadi dan berbicara dengan warga yang terkena dampak.

“Saya melihat langsung kondisi Desa Kelumpang yang salah satu wilayah terdampak paling parah,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa dukungan penuh diberikan untuk masa tanggap darurat ini.

Untuk memastikan bencana serupa tidak terjadi lagi, BNPB akan segera mengadakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

“Kami mencari solusi jangka menengah dan jangka panjang untuk percepatan penanganan banjir,” tukasnya.

Lanjut Suharyanto, rapat ini akan fokus pada identifikasi penyebab utama banjir dan merumuskan langkah-langkah preventif. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi, kerusakan hutan, dan pengelolaan tata ruang yang kurang optimal.

“Oleh karena itu, solusi jangka panjang yang direncanakan meliputi peningkatan infrastruktur pengendali banjir, rehabilitasi hutan, dan penataan ruang yang lebih baik,” lanjutnya.

Suharyanto menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan bencana.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk mencegah terulangnya bencana ini,” pungkasnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak yang telah membantu dalam penanganan bencana ini. (Hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.