News Satu, Pamekasan, Kamis 24 Maret 2022- Sebagaimana komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur untuk terus mensejahterakan masyarakat dan para pegawai, maka banyak terobosan dilakukan. Salah satunya dengan telah mendaftarkan pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 10.481 orang sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam laman resminya, bahwa kerja sama antara pemkab dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada pegawai non ASN. Meskipun tidak semua tercover dalam program itu lantaran terkendala ketersediaan anggaran yang ada selama ini.

“Pesan saya kepada bapak dan ibu semua, biasakan kita ini berterima kasih, karena berterima kasih itu merupakan turunan syukur kita kepada Allah,” ungkapnya, Kamis (24/3/2022).

Di waktu yang sama pada sesi silaturahmi bersama Rabu (24/3/2022) kemarin, Bupati Baddrut Tamam bersama BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan kematian kepada ahli waris pegawai non ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan. Sebab sesuai aturan, bagi peserta yang telah meninggal dunia, terlebih akibat kecelakaan kerja maka berhak atas santunan tersebut dengan besaran sesuai aturan yang berlaku.

Tak ayal jika diwaktu itu, Bupati Baddrut Tamam hadir dengan didampingi Sekretaris Daerah, Totok Hartono. Lalu juga nampak Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Syahrul Munir, Kepala Dinas PUPR, Muharram, serta Asisten Bupati, Nurul Widiastuti dan Bambang Edy Suprapto.

Bahkan, dalam acara itu juga dibarengkan dengan prosesi peluncuran dan Penyerahan Manfaat Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pegawai Non ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan. Pasalnya juga dihadiri, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Vinca Meitasari, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan, Dwi Bhakti Indra Fitriawan.

“Alhamdulillah, bantuannya sudah turun untuk jaminan kepada anak-anak yang ditinggal oleh orang tuanya. Mudah-mudahan karena kita bersyukur, Allah memberikan nikmat yang lebih besar lagi,” imbuhnya.

Tentu Baddrut berharap, agar para orang tua memberikan semangat kepada anak-anaknya untuk menjadi orang sukses di masa yang akan datang. Terutama anak yang baru ditinggal mati oleh orang tuanya agar dapat mengeyam pendidikan yang tinggi.

“Jangan kecil hati, terus beri semangat anak-anak kita. Banyak pemimpin hebat itu lahir dari anak orang biasa-biasa saja,” tuturnya.(Yudi)

Komentar