News Satu, Pamekasan, Jum’at 1 April 2022- Upaya peningkatan produk unggulan tembakau di pulau Madura terus dilakukan berbagai pihak demi kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satunya, melalui peningkatan taraf hidup dan perekonomian masyarakat kedepan dari sektor pertanian tembakau.

Untuk itu, Bea Cukai Madura (BCM) turut aktif dalam Rapat Koordinasi dan intensif. Terutama dalam Optimalisasi Pengolahan Hasil Tembakau di Madura yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Wilayah atau Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan.

Tak ayal jika pada kesempatan itu, Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Yanuar Calliandra secara langsung menghadiri langsung acara yang dilaksanakan pada di ruang Rapat Trunojoyo Pamekasan. Bahkan di acara pada awal pekan itu, Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan, Ir. Moh. Gunawan saleh, MM yanh membuka langsung rapat koordinasi tersebut.

Hadir juga disesi tersebut, berbagai Organisasi Perangkat Daerah dari setiap kabupaten di pulau Madura. Mereka secara seksama menyimak paparan yang ditekankan pada upaya penguatan komoditas tembakau merupakan komoditas unggulan Jawa Timur.

Sehingga nantinya dilahirkan kebijakan strategis komprehensif Pemerintah Kabupaten dan Provinsi untuk mendorong potensi unggulan Jawa Timur termasuk komoditas tembakau. Dengan tujuan akhir untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat terutama para petani dan buruh tembakau setempat.

“KIHT di wilayah Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep masih dalam tahap pembangunan dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat mendorong perekonomian daerah khususnya di wilayah Madura”, tambah Moh. Gunawan Saleh, Jum’at (1/4/2022).

Senada dengannya, Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Yanuar Calliandra juga menyampaikan beberapa hal yang berkenaan dengan Optimalisasi Pengolahan Hasil Tembakau Di Madura. Yanuar. Lalu juga berharap pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat melakukan distribusi pemanfaatan DBHCHT dengan cepat sehingga bisa dirasakan masyarakat secara langsung termasuk di Industri tembakau.

“Keinginan Ibu Gubernur Provinsi terhadap KIHT Jawa Timur, dapat didukung oleh OPD Teknis Daerah sehingga hal ini dapat menjadi pengungkit perekonomian Jawa Timur khususnya di wilayah Madura, selain itu Akan segera rilis peraturan terkait SIHT sebagai jalan keluar daerah yang memiliki luas industri hasil tembakau yang terbatas”, ujar Yanuar.(Yudi)

Komentar