Pamekasan, Selasa 16 Desember 2025 | News Satu- Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan daerah melalui penguatan profesionalisme jurnalis.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Umum dan pertemuan tahunan anggota yang digelar di Pamekasan, sekaligus menuntaskan dinamika organisasi yang sempat mengalami kebuntuan.
Sebelumnya, PIJP sempat menggelar rapat bersama pada 7–9 Desember 2025 di Malang. Namun forum tersebut belum menghasilkan keputusan final akibat adanya perbedaan pendapat di antara sejumlah anggota terkait dinamika dan arah organisasi, sehingga rapat ditunda.
Sesuai amanat rapat di Malang, panitia kemudian kembali menggelar Rapat Umum lanjutan di Pamekasan. Rapat tersebut dirangkai dengan agenda pemilihan ketua secara aklamasi untuk masa bakti 2026–2029, dan berlangsung di salah satu ruang pertemuan di Jalan Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan.
Dalam rapat tersebut, anggota PIJP secara sepakat dan mufakat menetapkan Sujak Lukman, S.H. sebagai Ketua PIJP periode 2026–2029. Selain itu, forum juga menetapkan Wahyudi, S.H. sebagai Sekretaris dan May Shinta sebagai Bendahara.
Ketua Panitia Rapat Umum, Hendra HL, menyampaikan bahwa rapat tersebut juga memutuskan adanya perubahan pada beberapa poin dalam akta pendirian notariil PIJP sebagai bagian dari penguatan kelembagaan organisasi.
“Dalam rapat umum ini ditetapkan kepengurusan secara aklamasi sekaligus diputuskan perubahan beberapa hal dalam akta pendirian notariil PIJP,” ujar Hendra, Selasa (16/12/2025).
Ia menambahkan, proses perampungan dan perampingan struktur kepengurusan PIJP akan dilakukan pada tahap selanjutnya. Langkah ini bertujuan agar pembagian tugas dan fungsi organisasi dapat berjalan lebih maksimal selama tiga tahun ke depan.
“Dengan struktur yang lebih ramping, komunikasi dan koordinasi organisasi akan lebih mudah dan efektif,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PIJP terpilih Sujak Lukman menyampaikan rasa syukur atas soliditas anggota yang tetap terjaga meski organisasi sempat diwarnai dinamika internal.
“Alhamdulillah, PIJP sampai hari ini masih berjalan dan tetap eksis. Memang pada saat rakernas di Batu, Malang, terjadi perbedaan pendapat sehingga beberapa anggota memilih keluar dan membentuk organisasi baru,” ungkapnya.
Meski demikian, Sujak menegaskan sikap legowo dan menghormati keputusan tersebut. Ia bahkan mengapresiasi terbentuknya organisasi baru sebagai bagian dari dinamika yang wajar dalam kehidupan berorganisasi.
“Saya pribadi tetap memberikan dukungan bagi pengembangan organisasi baru tersebut. Perbedaan pendapat itu hal yang lumrah, namun saya berharap perpisahan itu hanya ada dalam konteks organisasi,” tuturnya.
Senada dengan itu, Wahyudi, Sekretaris PIJP, menilai perbedaan yang terjadi justru membawa hikmah besar bagi keberlangsungan organisasi.
“Dinamika ini semakin menguatkan soliditas dan solidaritas internal PIJP. Harapannya, ke depan PIJP semakin produktif dan mampu melahirkan program-program positif untuk bangsa dan umat,” pungkasnya. (Yudi)






