Ini Tekad Bupati Baddrut Dalam Memimpin Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Senin 26 Desember 2022- Pemerintah kabupaten Pamekasan Jawa timur dibawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam terus pastikan tidak ada jual beli jabatan di masa pemerintahannya. Itu meski banyak Orang bertanya kenapa tidak ada jual beli jabatan, sebab jadi bupati itu mahal.

Nah menurut Bupati Baddrut Tamam memang hal itu tidak murah dan mudah untuk punya jabatan apalagi jadi bupati. tetapi dia merasa lunas ketika mobil sigap jadi fasilitas kesehatan di desa-desa, saya merasa lunas ketika memberikan beasiswa santri, beasiswa kedokteran, dan merasa lunas ketika selesai membangun infrastruktur, dan lain-lain.

Peraih penghargaan dari Kemendagri RI sebagai kabupaten terinovatif di Indonesia tersebut juga tandaskan, beberapa program itu tidak bisa dilaksanakan apabila dirinya tidak menjadi Bupati di Bumi gerbang salam. Seperti program beasiswa santri, beasiswa kedokteran, memberikan makan dua kali sehari kepada lansia miskin, wirausaha baru, infrastruktur dan beberapa program yang bermanfaat lainnya kepada masyarakat.

“Yakinlah, pertolongan Allah itu akan datang kepada kita semua karena ketulusan kita. Kelak ketika kita meninggal dunia semoga mendapat tempat yang layak, karena mati itu kapan saja,” tukasnya.

Tak ayal jika Bupati Inovatif tersebut juga kerap mengajak semua lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan membangun Pamekasan. Lalu kemudian kedepan menjadi kabupaten yang berdaya saing dengan kabupaten/kota maju di Indonesia.

Pasalnya, kabupaten atau negara maju itu setidaknya ada empat komponen yang berjalan bersama-sama. Dan semua hal ini mutlak bisa berjalan dengan sinergi dan selaras dalam pembangunan Pamekasan.

Nah, empat komponen tersebut meliputi pemimpinnya adil, tidak korupsi, orang kayanya dermawan, orang miskinnya mendoakan dan para ulamanya membimbing. Alhasil jika empat komponen ini terlaksana dengan baik, maka daerah tersebut akan menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.

“Ayo bersama sama kita bangun Pamekasan, kita tidak ada yang lebih terhormat, kita sama-sama terhormat. Bukan karena camat atau bupati merasa terhormat dengan masyarakat, tidak. Kita sama halnya dalam struktur kendaraan, masing-masing komponen memiliki fungsi dan peran masing-masing,” tutupnya.(Yudi)

Komentar