Ini Tekad Pokdarwis Talang Siring Tingkatkan PAD Pamekasan Tahun 2022

News Satu, Pamekasan, Kamis 28 April 2022- Peran pemuda dan pemerintah desa dalam peningkatan pendapatan asli daerah atau PAD di kabupaten Pamekasan Jawa timur sangat penting. Terutama dalam pengembangan wisata lokal yang selama ini masih terkendala dengan aturan protokol kesehatan dan minimnya fasilitas pendukung di destinasi wisata setempat.

Salah satunya seperti yang dirasakan kelompok sadar wisata atau Pokdarwis Talang Siring yang berada di naungan pemerintah desa montok, Kecamatan Larangan, Bumi Gerbang Salam ini. Meski ditargetkan cukup besar oleh pemerintah kabupaten Pamekasan untuk menyumbangkan PAD, namun tidak memiliki luasan dan fasilitas yang cukup sempurna sebagai objek wisata alam di kawasan batas kabupaten Pamekasan dan kabupaten Sumenep itu.

Hal ini disampaikan Erik Ketua Pokdarwis Talang Siring saat dikonfirmasi media berkaitan dengan berbagai kesiapannya sambut masa libur lebaran tahun ini yang masih dalam pandemi. Bahkan disampaikan selama ini pihaknya harus berjibaku menyisihkan dana operasional dan pemeliharaan dari pungutan karcis masuk yang hanya sebesar Rp.2.000,- setelah sebagian disetor ke pemerintah daerah.

Baca Juga :  Parkir Berlangganan Tepi Jalan, Upaya Pemkab Cegah Kebocoran PAD

“Kami juga bersama pemerintah desa montok yang membangun loket karcis dan lahan parkir di depan, agar tertib dan rapi dalam pengelolaan tarif pengunjung sesuai aturan,” ungkapnya, Kamis (28/4/2022).

Tak hanya itu, di dalam lokasi wisata Talang Siring yang berada di bilangan jalan raya Sumenep-Pamekasan itu juga ditata berbagai tempat lainnya. Yakni wahana kolam renang mini, jembatan taman mangrove, hingga kios khusus pedagang yang sudah permanen.

“Kami sekarang dalam tahap pengaturan pedagang dan kios khusus dalam lokasi wisata Talang Siring. Itu agar lebih rapi dan bagus sehingga pengunjung nyaman dan tidak kumuh jika dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Tak ayal jika diakuinya, mulai bulan februari lalu telah melakukan sosialisasi pada para pedagang untuk rencana pengaturan lapak jualan setempat. Apalagi ini sudah menjelang libur lebaran yang biasanya diprediksi akan ada pengunjung yang membeludak.

Baca Juga :  Wabup Fattah Tegaskan DBHCHT Bukan untuk Dibagi-bagi Tanpa Dasar

Sementara itu, Kepala Desa Montok, Wahid mengatakan keseriusannya untuk mengelola lokasi wisata setempat. Namun, tentu sangat membutuhkan keseriusan pemerintah kabupaten Pamekasan juga dalam mendukung itu, mengingat minimnya dana desa yang bisa dialokasikan untuk pengembangan wisata.

“Ini merupakan tanah desa yang kemudian dibangun oleh pemerintah daerah dengan harapan untuk menyumbangkan PAD. Tapi selama pandemi kami hanya bisa menyumbang 50 persen saja dari target yang ditetapkan karena lama di tutup,” tukasnya.

Ditambahkan Wahid, sebagai pemerintah desa tentu sudah jadi kewajiban mengoptimalkan potensi alam yang ada apalagi sudah dikenal oleh khalayak umum. Namun semua kembali pada anggaran pemerintah daerah juga untuk meningkatkan fasilitas dan perawatan agar lebih apik lagi.

Baca Juga :  Ratusan Rider Meriahkan Sumenep Open Road Race 2017

“Tanpa campur tangan pemerintah kabupaten, Pokdarwis Talang Siring dan pemdes tidak bisa menambah fasilitas pendukung lainnya. Paling hanya cukup untuk operasional saja seperti yang selama ini dilakukan,” tuturnya.(Yudi)

Komentar