HEADLINENEWSPAMEKASANPERISTIWAREGIONAL

Kisah Warga Sumedangan yang Terendam Banjir dan Kehilangan Ternaknya

158
×

Kisah Warga Sumedangan yang Terendam Banjir dan Kehilangan Ternaknya

Sebarkan artikel ini
Kisah Warga Sumedangan yang Terendam Banjir dan Kehilangan Ternaknya
Kisah Warga Sumedangan yang Terendam Banjir dan Kehilangan Ternaknya

News Satu, Pamekasan, Rabu 2 Maret 2022- Banjir yang terjadi mulai Selasa pagi hingga Rabu siang ini banyak menyisakan kerugian material bagi warga terdampak. Terutama bagi warga Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, yang hingga saat ini rumahnya masih terendam air luapan sungai tersebut.

Pasalnya, selama beberapa tahun ini, warga desa setempat tidak pernah tergenang air setinggi ini dan sederas malam kemarin. Bahkan dari saking derasnya, warga yang saat selasa sore itu beraktifitas seperti biasa, langsung dikejutkan dengan tinggi dan deras air banjir pada malam jelang isya’.

Terutama di ratusan warga yang berada di Dusun Tengah Desa Sumedangan Kecamatan Pademawu Pamekasan yang mengaku pernah banjir pada 2017. Namun tidak pernah merasakan dan melihat setinggi sekarang yang sudah mencapai 2 meter di titik terendah dusun tengah dan dusut barat kali ini.

“Awalnya air sebelumbya tidak tinggi, baru terlihat tinggi pada sore jam 5, cuma sekitar area sungai yang meluap ke jembatan. Nah, air datang itu prosesnya cepat, dari habis magrib ke isya’ air sudah sekitar 30 cm. Lalu tambah malam tambah tinggi,” ungkap Yoga Bagus Tri Yulianto warga Desa Sumedangan, Rabu (2/3/2022).

Tak hanya itu, menurutnya hingga siang ini, tinggi air surutnya belum signifikan seolah tidak bergerak sehingga banyak benda berharga warga yang terendam dan rusak. Apalagi jika diperhatikan olehnya dan warga, dari tadi malam sampai sekarang cuma sekitar 5 cm turunnya tinggi air.

“Soal kerugian yang selama banjir ini, mungkin lebih ke barang-barang rumah tangga kayaknya. Juga banyak yang hilang dan hanyut,” terangnya.

Bahkan juga ada seekor sapi ternak punya Pak Hafid warga Desa Sumedangan yang mati. Itu setelah tenggelam terbawa arus air saat akan dibawa keluar kandang untuk diselamatkan ke jalan raya yang lebih tinggi posisinya sekitar jam 21.00 wib.(Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.