oleh

Korban Penipuan Oknum Karyawan Bank BRI Ancam Duduki Kantor Cabang Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Senin 19 Oktober 2020- Aksi massa kembali dilakukan oleh korban penipuan oleh oknum karyawan Bank BRI Pamekasan, Madura, Jawa Timur, inisial MLA di pelataran Kantor Cabang BRI Pamekasan, Senin (19/10/2020) pagi. Bahkan, mereka mengancam untuk menduduki kantor cabang itu hingga ada kejelasan dari pihak BRI terkait penyelesaian kasus yang melibatkan karyawannya.

Data terbaru, setelah diduga membawa kabur uangĀ  milyaran rupiah, tersangka penipuan atas nama program BRI, MLA ternyata dikenal tetangga sekitar rumahnya sebagai pribadi yang ramah namun memiliki gaya hidup mewah.

Menurut juru bicara korban, Fahmi Andriyansyah Katili, tersangka yang kini buron itu memiliki gaya hidup yang mewah dan serba berkecukupan semenjak dirinya menikah dengan seorang perempuan dari Keluarga pejabat instansi pemerintah.

Ditambahkan juga, aksi kali ini merupakan aksi tagih janji dari hasil mediasi yang telah dilakukan beberapa hari lalu antara 23 korban dengan pihak manajemen BRI di Pamekasan, Jawa Timur. Sebab, selama ini, pihak korban merasa belum melihat adanya itikat baik dan konkrit dari BRI dlam menyelesaikan masalah mereka.

“Permintaan Kami sederhana, cukup kembalikan uang kami semua, urusan hukum kami tidak persoalkan. Kami membutuhkan kepastian itu,” ungkapnya.

Bahkan, jika dalam aksi kali ini, massa belum juga mendapatkan kejelasan maka mengancam bermalam dan menduduki kantor cabang tersebut. Itu, hingga ada sikap konkret dan penyelesaian yang tuntas dari manajemen BRI setempat.

“Kami akan bermalam di sini hingga pihak manajemen keluar menemui dan menyelesaikan tuntutan kami. Semua harus selesai hari ini juga,” tegasnya.

Sementara itu, pihak pimpinan BRI Pamekasan, sempat menemui massa aksi di depan pintu masuk Kantor Cabang BRI. Namun hanya sejenak, kemudian masuk lagi dan ditimpali ungkapan emosi beberapa peserta aksi. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.