Lestarikan Bahasa Ibu, Disdikbud Gelar Bimtek Bahasa Madura

News Satu, Pamekasan, Jum’at 17 Juni 2022- Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur terus lestarikan bahasa ibu dengan menggelar bimbingan teknik (bimtek) bahasa Madura. Itu nantinya akan dikhususkan untuk guru sekolah dasar (SD) di bawah lingkungan pemerintah daerah setempat agar bisa diketularkan pada segenap siswa.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini terangkan pada media, akan ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti bimtek tersebut. Diantaranya adalah sebagai guru SD, PNS atau PPPK, lalu juga memiliki motivasi kuat untuk belajar bahasa Madura, dan sanggup menularkan kepada teman sejawat, serta sudah menguasai soal IT.

Tak ayal jika sesuai agenda seperti di laman resminya, bimtek tersebut akan digelar mulai tanggal 12-15 Juli 2022 di Hotel Cahaya Berlian Jalan Panglegur Pamekasan. Tentunya, gratis dengan tidak dipungut biaya sebab ada pembatasan kouta, jadi hanya bagi mereka yang memenuhi kriteria di atas saja yang akan berkesempatan untuk jadi peserta.

“Fasilitas yang akan didapat bagi peserta bimtek meliputi sertifikat, konsumsi, materi bimtek, pendampingan oleh narasumber, serta tempat pelaksanaan yang representatif,” terangnya, Jum’at (17/6/2022).

Zaini juga menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya lokal melalui bahasa Madura. Mengingat, dengan semangat berkearifan lokal, penggunaan bahasa Madura oleh seseorang, akan mencerminkan karakter yang bersangkutan.

“Kita ini disdikbud, ada aspek budaya yang harus kita lestarikan, karena budaya luhur Madura itu kan sangat bagus yang bisa dijadikan cara untuk membentuk karakter siswa. Misalnya budaya santun, andhap asor, gotong royong,” paparnya.

Jadi, tingkatan tata bahasa Madura harus diketahui oleh pendidik yang akan menularkan ilmunya kepada siswa serta masyarakat sekitar. Apalagi bahasa Madura mulai tidak diperhatikan lagi oleh anak-anak muda Madura, bahkan guru bahasa Madura yang masih muda tergolong minim.

“Bahasa ini harus dilestarikan, bagaimana kalau orang Madura tidak tahu bahasa Madura dengan bagus,” tandasnya.

Karenanya, diharapkan pelaksanaan bimtek tersebut menjadikan guru memiliki potensi di bidang bahasa Madura. Lalu secara simultan semua mampu mengajar bahasa Madura meskipun bukan sarjana bahasa Madura.

“Perlu ada generasi baru untuk mengajar bahasa Madura ini, karena yang ada sekarang sudah sepuh-sepuh,” tuturnya.(Yudi)