oleh

Marak  Seruan Aksi Boikot Produk Prancis di Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Senin 2 Nopember 2020- Imbas dari pernyataan dan keputusan kontroversi Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengakibatkan gejolak pada 2 Milyar Umat muslim di Dunia. Bahkan gaungan itu juga diserukan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam penyataan resminya yang diikuti beberapa elemen keagamaan di Nusantara pekan lalu.

Mulai dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Perkumpulan Ulama di beberapa daerah hingga Pemerintah Daerah di Indonesia juga mengeluarkan Surat Edaran Boikot. Bahkan, Pemerintah Desa dan sebagian besar Koperasi Pondok Pesantren atau Kopontren di Madura, Jawa Timur sudah ultimatum untuk stop penggunaan barang-barang tersebut.

Salah satu bukti juga, kecaman terhadap penyebaran Karikatur Nabi Muhammad Saw tersebut, terus menguat di sebagian besar ulama dan Umaro di Pulau Madura hingga hari ini. Sebut saja, seruan dari beberapa Kepala Desa yang mengeluarkan Surat Edaran untuk memboikot beredarnya produk asal negeri Napoleon itu.

Salah satunya, dari Kepala Desa Lenteng dan Kepala Desa Panaguan Kecamatan Proppo Pamekasan. Mereka bersama jajaran tokoh ulama setempat mengecam dan memboikot penggunaan produk Negara Fashion itu.

Bahkan diantaranya ada nama tokoh ulama besar Madura yang selama ini getol suarakan tentang penegakan syariat agama yang mendukung gerakan boikot masal ini. Antara lain, yakni ada nama KH. Ali Karrar Sinhaji, KH. mudhar M. Lalu ada sosok bernama KH. Imam Romli serta KH. Husain Ali Karrar.

“Mereka harus mengokosongkan warung atau toko dari barang Perancis tersebut, paling lambat pada 3 November 2020. Jika masih ditemukan setelah ditegur oleh aparat desa, akan dibakar nantinya,” ungkap Daud Samsidin Kades Panaguan pada media, Senin (2/11/2020) Pagi.

Tak hanya mereka, seruan serupa juga dilontarkan oleh Pimpinan Koperasi Pondok Pesantren Al Ikhtisab Kebun Baru, Kecamatan Palengaan Pamekasan, Jawa Timur. Melalui seruannya, pimpinan ponpes Miftahul Ulum, R. KH. Misbachul Munir ini meminta jajarannya tidak menggunakan lagi produk serupa.

“Stok yang ada tolong kembalikan pada suplyer semua. Baik produk kecantikan, makanan maupun minuman, jangan lagi menjual produk itu lagi di kopontren ini,” ungkapnya pada segenap santri yang mengelola Kopontren itu.

Bahkan, ada beberapa produk air mineral kemasan atau galon yang sudah ditetapkan pihaknya untuk tidak menjualnya lagi selamanya. Bahkan, bisa diganti dengan produk serupa namun tidak berbau Perancis nantinya. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.