oleh

Muhammadiyah Bangun RSIA, Ini Tanggapan Warga Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Senin 12 Oktober 2020- Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis Islam, selalu bertekad untuk mensejahterakan umat dan berperan aktif dalam kemanusiaan. Mulai dari gerakan melalui lembaga pendidikan, sosial hingga kesehatan yang dikelola.

Menurut Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan, Daeng Ali Taufik, salah satu upaya itu yakni dengan upaya peningkatan status Klinik Siti Aisyah menjadi Rumah Sakit. Diharapkan proses ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Khususnya warga sekitarnya, yang tidak mampu dan sering menjadi korban banjir di Kelurahan Gladak Anyar Kecamatan Kota Pamekasan, Jawa Timur.

“Nantinya, RS Siti Aisyah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membawa misi kemanusiaan dan kemanfaatan terhadap masyarakat,” katanya, Senin (12/10/2020).

Selain itu, terlepas dari adanya polemik rencana tersebut, pihaknya tetap berjanji untuk wujudkan rencana besarnya. Sebab, dasar dari semua itu hanya semata-mata kepedulian dan keberpihakan bagi masyarakat kecil. Terutama dalam mendapatkan jaminan kesehatan.

Sementara itu, Direktur Klinik Siti Aisyah Aminatus Sa’diyah berjanji akan memberi Kartu Jaminan Kesehatan kepada Warga Sekitar. Selanjutnya, akan disalurkan pasca launching Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSAI) nantinya.

“Alhamdulillah. Ini semua berkat dukungan semua pihak yang terlibat. utamanya, masyarakat sekitar yang telah luar biasa mensupport kami selama ini,” kata Aminatus.

Dijelaskan lagi, pihaknya akan berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan yang sudah ada. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat terlayani dengan baik.

“Setelah resmi menjadi Rumah Sakit Siti Asiyah, sebulan setelah itu, kami akan beri warga sekitar dan kurang mampu kartu khusus berobat, gratis,” ungkapnya.

Itu semua dengan harapan, akses RSIA Muhammadiyah itu, akan melakukan pelayanan kesehatan lebih baik dengan biaya terjangkau. Sehingga semua masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan optimal, terlepas dari polemik yang ada dari masyarakat sekitar.

Lain halnya dengan, Ronny, yang mengaku warga sekitar, menyambut baik, perubahan status Klinik Utama Siti Asiyah menjadi RSIA. Tentunya, itu harus dengan beberapa Syarat mutlak. Sebab, sejak berdirinya Klinik Utama Siti Aisyah tahun 1974 manfaatnya sangat dirasakan masyarakat Pamekasan.

Jadi jika menjadi Rumah Sakit, diyakininya akan memberi manfaat yang positif. Terutama bagi warga sekitar yang memang berlokasi di jalan Amin Jakfar Gang V,  pemukiman kota Pamekasan.

“Jika ada keluarga kritis mudah dijangkau bagi masyarakat sekitar yang mau berobat,” kata Roni.

Dikesempatan itu, pihaknya juga mengingatkan terkait dengan sikap warga. Yakni, penekanan terhadap kewajiban pembuangan limbah cair yang tidak boleh, mencemarkan lingkungan.

Hal senada, ditekankan juga oleh Sutrisno. Selain terbantu saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Juga ada beberapa karyawan Klinik Utama Siti Aisyah yang berasal dari warga sekitarnya. Namun sebagai warga , pihaknya tetap meminta keseriusan terhadap kenyamanan masyarakat, sekitar RSIA nantinya.

“Masyarakat tetap akan mendukung hal baik dan bermanfaat. Namun, juga akan selalu memonitor aktifitas dan operasionalnya nanti,” pungkasnya. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.