HEADLINENEWSPAMEKASANPEMERINTAHANREGIONAL

Pamekasan Tertinggi Dalam Gelontorkan Anggaran UHC Di Madura

978
×

Pamekasan Tertinggi Dalam Gelontorkan Anggaran UHC Di Madura

Sebarkan artikel ini
Pamekasan Tertinggi Dalam Gelontorkan Anggaran UHC Di Madura
Pamekasan Tertinggi Dalam Gelontorkan Anggaran UHC Di Madura

News Satu, Pamekasan, Selasa 13 Juni 2023- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, nampaknya serius dalam memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Terbukti dari 4 Kabupaten di Madura, Kabupaten Pamekasan tertinggi dalam menggelontorkan anggaran program universal health coverage (UHC) kepada masyarakat.

Dalam program universal health coverage (UHC), masyarakat Pamekasan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeserpun untuk berobat ke rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas lainnya yang bekerja sama dengan badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan. Hanya cukup dengan menunjukkan KTP sebagai warga Pamekasan.

“Semua ( di Madura,red) sudah UHC, cuman kita ini terbanyak mengeluarkan anggaran, Sampang Rp 22 miliar karena banyak kartu Indonesia sehatnya, di sini (Pamekasan, red) sedikit sekali mendapatkan KIS, akhirnya butuh Rp 75 miliar untuk UHC. Di Sumenep saya tanya bupatinya kemarin hanya butuh Rp 30 miliar,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Selasa (13/6/2023).

Lanjut Bupati Baddrut, hal yang menjadi faktor utama jumlah penerima KIS di Pamekasan sedikit lantaran daya beli masyarakat tinggi, dan jumlah kemiskinan rendah. Bahkan, Di Madura, Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten dengan jumlah kemiskinan terendah.

“Di Madura, Kabupaten Pamekasan terendah angka kemiskinannya,” ujar mas Tamam, panggilan akrab dari Bupati Pamekasan.

Ia menambahkan, kesehatan merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan selama kepemimpinannya selain pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan reformasi birokrasi. Sebelum menerapkan UHC, Pamekasan telah memberikan pelayanan excelent kepada masyarakat, hingga fasilitasi mobil sigap di setiap desa di 13 kecamatan.

Tidak hanya itu, pelayana kesehatan di fasilitas kesehatan menjadi perhatian serius sang bupati sebagai upaya memberikan kenyamanan kepada pasien. Bahkan, bupati memerintahkan agar rumah sakit tidak lagi berbau obat, melainkan aroma parfume agar pasien merasa nyaman dan tenang.

“Kami telah berkomitmen memberikan pelayanan yang excelent kepada masyarakat, masyarakat kita harus mendapat pelayanan kesehatan terbaik, tidak ada lagi bedanya antara pasien satu dengan pasien lainnya, pelayanan harus maksimal,” pungkasnya. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.